Perang-Perangan

Sewaktu kecil, hampir semua anak laki2 suka bermain perang2an. Dan tidak mustahil kalau  semua anak laki2 di dunia ini pernah dibelikan pistol mainan oleh orang tua mereka. Anak desa biasa menggunakan apa saja yang ada untuk dibuat menjadi senjata atau pistol2an. Pelepah pisang, kayu atau botol bekas dengan kreatifitasnya bisa mereka sulap menjadi pistol2an, ketapel, panah atau pedang2an untuk membuat permainan perang2an mereka agar lebih mengasikkan. Kadang mereka menggunakan kostum ala pejuang kemerdekaan lengkap dengan topi dari daun dan kertas, sementara tim lawan memakai kostum ala kompeni dengan topi dari wajan atau panci milik ibu mereka. Mereka sibuk mempersiapkan segala perlengkapan untuk membuat permainan mereka menjadi lebih mirip dengan perang betulan.

Semakin lama mereka memainkan permainan ini semakin sering muncul ide2 baru untuk membuat permainan mereka menjadi lebih seru. Ada yang mempunyai ide agar yang terkena tembakan atau tusukan pedang harus akting mati dengan sungguh2. Ada yang mengusulkan agar anak2 perempuan menjadi tim kesehatan yang menolong para korban yang terkena tembakan. Ada pula yang mengusulkan agar dibuatkan kantung berisi cairan yang sudah diberi pewarna merah dan diselipkan di balik baju semua yang bermain, agar terlihat seperti luka yang mengeluarkan darah, waktu tertusuk atau tertembak. Mungkin akan ada yang benar-benar terluka dalam permainan ini, tapi hanya sebatas lecet2 karena tergores semak2 waktu berlari atau hanya terkilir kakinya karena tersandung atau terperosok ke lubang di kebun. Semua serius memainkan perannya dalam permainan itu dan mereka akan merasa puas jika tim mereka menjadi pemenangnya. Jika sore tiba, permainan pun berakhir dan mereka pulang ke rumah masing2  dengan tawa dan canda.

Agak sulit untuk mengetahui yang benar, apakah anak2 senang bermain perang2an  karena meniru peristiwa2 perang betulan yang tentu saja para aktornya adalah orang2 dewasa, ataukah karena sejak kecil kita biasa memainkan perang2an sehingga kebiasaan itu terbawa ketika dewasa. Saya tidak seratus persen yakin karena saya belum pernah membaca penelitian tentang ini, tetapi menurut saya yang benar adalah teori yang pertama, bahwa anak2 senang bermain perang2an karena meniru peristiwa2 perang betulan. Tidak semua dari kita menyukai peperangan walaupun ketika kecil kita senang bermain perang2an. Hanya segelintir orang saja yang memang menyukai kekerasan dan tidak serta merta itu karena waktu kecil sering bermain perang2an.

Penyebab perang sangatlah kompleks dan tidak mudah untuk mengurainya satu persatu. Perang bisa disebabkan karena penindasan, karena perasaan superioritas sekelompok manusia satu terhadap sekelompok manusia lainnya, karena perebutan kekuasaan atau wilayah, bahkan bisa hanya dikarenakan solidaritas buta kelompok. Kebiasaan bermain perang2an atau pistol2an waktu kecil mungkin justru bermanfaat karena anak2 akan lebih banyak bergerak dan akan baik bagi perkembangan motorik dan kecerdasannya. Anak-anak cukup mengerti bahwa apa yang mereka lakukan hanyalah permainan.

Berabad-abad yang lalu manusia berperang menggunakan pedang dan panah. Berabad2 kemudian digunakan senjata pistol, senapan dan meriam. Sekarang ini perang menjadi absurd. Pihak2 yang berperang tidak perlu lagi berhadap2an. Cukup dengan memencet satu tombol di papan komputer mereka, Israel mampu membuat Palestina babak belur hanya dalam hitungan hari. Hanya dalam sekali pencet tombol, puluhan orang tewas seketika dan gedung2 hancur rata dengan tanah dihantam roket dan rudal. Perang antara Israel dan Palestina lebih mirip seperti permainan basket anak SD, kadang2 tembakan tepat mengenai sasaran tetapi lebih banyak melesetnya. Sekali saja meleset, puluhan orang tewas seketika.

Senjata sekarang ini dibuat dengan tujuan untuk membunuh manusia sebanyak mungkin dengan cara mudah dan dalam waktu singkat. Israel juga tanpa ragu menggunakan bom fosfor putih yang dilarang dalam konvensi Genewa. Bom tersebut dilarang penggunaannya karena dapat menyebabkan luka bakar yang sangat serius. Mungkin di masa datang penggunaan bom kimia dan biologi juga akan lebih sulit dikontrol. Bom kimia adalah sejenis bom yang berisi gas kimia beracun, sedangkan bom biologi adalah sejenis bom yang berisi kuman ganas. Keduanya dapat memusnahkan manusia secara masal dalam sekejap. Senjata yang paling mengerikan sekarang ini adalah bom hidrogen yang memiliki kekuatan 10.000 kali kekuatan bom atom yang dijatuhkan di Nagasaki. Bom ini  mampu melenyapkan Bikini Atoll dalam ujicoba tahun 1954. Saat ini diketahui ada 15.000 senjata nuklir yang dimiliki oleh negara2 nuklir.

Rasanya anak2 tidak akan bisa meniru gaya perang ini dalam permainan perang2an… Tapi jangan lupa sekarang ada video game! Anak2 tidak perlu khawatir tidak bisa menirunya.. Dan mudah2an memang teori yang pertama tadi yang benar, bukan yang kedua.

5 Tanggapan to “Perang-Perangan”

  1. windrey Says:

    aq ga suka perang-perangan om.. hehe

  2. widiantopanca Says:

    adik yang cute.. om jg yakin pasti adik ga suka perang betulan..🙂

  3. bocahbancar Says:

    Waktu perang perangan saat kecil saya suka Pak,..

    Tapi kalo perang betulan…????Bakalan ga da anak anak yang maen perang-perangan lagi(sudah menjadi korban)..

    Salam Bocahbancar..

    “anak2 memang tidak seharusnya mati sia2…. salam kenal ya…”

  4. easy Says:

    aku yang perempuan aja doyan banget perang-perangan😀

    dulu kami menggunakan segumpal tanah liat untuk jadi bom meriamnya hahaha..

    “wah… masa kecilnya pasti bahagia… semoga selalu bahagia ya..”

  5. saungku003 Says:

    lebih baik “peace” ya mas..
    sy jgn diapa-apain..
    salam dari kami yg py saung

    -wassalam-

    “peace special dr saya buat saungku….”


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: