Hari Minoritas

Apa yang anda rasakan jika anda dikeroyok rame2 oleh sekelompok orang? Mungkin anda tidak sempat merasakan apa2 karena tiba2 anda sudah berada di Surga. Atau mungkin, anda akan berusaha segera mencari pertolongan. Tapi bagaimana jika semua orang yang anda mintai tolong mengacuhkan anda atau bahkan malah menyalahkan anda, menasehati anda dan menyuruh anda untuk tidak mencari masalah. Pasti anda akan kesal.

Ternyata di hampir semua sudut dunia sekarang ini masih dipenuhi oleh orang2 yang suka main keroyokan. Kelompok minoritas seringkali mengalami perlakuan buruk dari kelompok mayoritas. Tidak hanya kelompok mayoritas saja yang memberikan perlakuan buruk, tetapi masih juga banyak  negara yang melakukan tindakan2 agresif terhadap kelompok minoritas. Mereka didiskriminasikan, dipinggirkan, dibatasi aksesnya, dianiaya bahkan kadang2 dibantai.

Saya selalu memimpikan sebuah bumi yang penuh dengan rasa damai dan nyaman buat semua orang. Sebuah bumi yang semua jenis manusia hidup tenang di dalamnya tak peduli dia hanya seorang diri atau mempunyai kelompok kecil. Tak ada lagi sekat2 agama, keyakinan, pemikiran, ras ataupun gender. Tak ada lagi ketakutan untuk menjadi diri sendiri seutuhnya. Tak ada lagi rasa cemas dikucilkan atau dihakimi oleh sekerumunan orang2 pemarah. Hidup tenang dengan tanpa ketakutan.

Saya rasa perlu adanya sebuah gerakan besar untuk ini. Sebuah gerakan dimana kita yang merasa mayoritas memberikan perlakuan istimewa kepada yang minoritas. Kalau tidak bisa setiap hari, mungkin ada hari khusus untuk minoritas, yang kita akan namai dengan Hari Minoritas Nasional. Mungkin  di beberapa negara maju sudah ada peringatan hari minoritas ini, saya kurang tahu . Saya membayangkan, seandainya semua negara di dunia ini mempunyai “Hari Minoritas” saya yakin keadaan dunia akan lebih baik. Entah sudah ada apa belum Hari Minoritas sedunia, yang pasti hasil googling saya untuk “World Minority Day” hanya mendapatkan 5 hasil. Mudah2an dalam waktu tidak lama lagi ada hari itu. Hari dimana kaum minoritas merasa yakin bahwa mereka tidak perlu pindah ke Mars untuk melanjutkan hidupnya.

Ditulis dalam opini. Tag: , . 2 Comments »

2 Tanggapan to “Hari Minoritas”

  1. depz Says:

    hmmm…
    postingan yg menarik bang
    salam kenal🙂

    “salam kenal juga 🙂 trims comentnya ya…”

  2. cyperus Says:

    waduh.. di Indo ini orang minor malah jadi mayor.. justru mayor yang kalah ma minor..
    pie kie.?

    “berarti harus bikin hari mayoritas nasional dong Mas Cyperus.. hehehe.. Tp saya rasa, ini masalah mental dan etos. orang mayor di negri ini kan mental dan etosnya rendah, makanya sepertinya kalah sama yg minor. Kadang2 konflik muncul dari sini, dari kecemburuan. Alangkah elegan jika yg mayoritas mengakui kekurangannya dan belajar dari yang minoritas, bukan malah melakukan tindakan brutal. Di sini pentingnya hari minoritas, untuk menumbuhkan keberadaban dan mencegah tindakan brutal oleh yang mayoritas kpd yang minoritas”


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: