Pemilu untuk Sang Putri

Kalau orang bertanya, apa kabar Indonesia hari ini, pasti jawabanya: “hot”. Sedemikian hotnya hingga dikhawatirkan akan ada yang kebakaran jenggot. Kenapa hot, karena Indonesia hari ini  bak seorang putri raja yang sedang disayembarakan untuk dipinang oleh pemuda-pemuda dari seluruh penjuru negeri. Mungkin tidak ada yang lebih spektakuler dibanding sebuah pesta yang dirayakan oleh seluruh rakyat seantero negeri, merayakan sayembara penyuntingan Putri Raja oleh pemuda-pemuda pilihan. Ya…saat ini Indonesia sedang menyambut kedatangan pemilu legislatif yang akan segera tiba dalam hitungan hari.Pemilu kali ini spesial . Ribuan Caleg dari 44 partai berlomba-lomba merayu Indonesia untuk memilihnya. Sebuah pesta demokrasi yang lebih gegap gempita, lebih warna warni dibandingkan pemilu-pemilu sebelumnya. Dan yang pasti lebih mahal.

Tapi terkadang gegap gempita dan hiruk pikuk sebuah pesta mengaburkan esensi dan tujuan pesta itu diselenggarakan. Mungkin yang terjadi justru pemilu menjadi tujuan itu sendiri. Padahal semua harus mahfum bahwa pemilu hanyalah sarana bukan tujuan. Caleg-caleg yang menjadikan pemilu sebagai tujuan bisa dipastikan adalah caleg-caleg yang oportunis. Dan Sang Putri tidak ingin pesta sayembaranya dikacaukan oleh pemuda2 oportunis seperti itu.

Pemuda-pemuda yang berhasil lolos seleksi awal untuk berebut mendapatkan simpati Sang Putri, diberi kesempatan yang sama mengampanyekan dirinya secara maksimal menampilkan kehebatannya dan kemampuannya dalam mengurus kerajaan. Kecerdasan, kejujuran, keberanian, kecekatan, kreatifitas dan cinta adalah enam kriteria yang diwajibkan oleh Sang Putri harus ada pada pemuda pilihannya. Tentu Sang Putri tidak mau membeli kucing dalam karung. Dan tidak mau pesta sayembara yang mahal ini hanya menjadi ajang penipuan besar-besaran.

Kecerdasan. Putri tidak mau berkompromi dengan yang satu ini. Ini mutlak harus dimiliki oleh calon pendampingnya. Tentu Putri tidak mau yang mendampinginya pemuda katrok yang tidak tahu apa-apa, tidak berwawasan dan tidak menelurkan ide-ide luar biasa. Putri berharap, dengan kecerdasan akan muncul ide-ide brilian untuk memajukan seluruh negeri dan mensejajarkan diri di tengah-tengah bangsa-bangsa di dunia.

Kejujuran. Sangat menyedihkan jika sang Putri akhirnya dipinang oleh pemuda yang culas dan licik. Pemuda yang ada udang dibalik batu. Pada saat sayembara dilakukan, mereka berdandan layaknya seorang pemuda tampan rupawan dan baik hati. Senyumnya menebarkan ketentraman. Kata-katanya sopan dan penuh wibawa seperti layaknya Count-count dari Eropa. Janji-janji manis berhamburan dari mulutnya.Tetapi setelah menjadi pendamping Sang Putri ternyata dengan menghalalkan segala cara mereka memoroti kekayaan Sang Putri. Berulah seperti kucing, yang walaupun diberi makan tiap hari, tetap saja menyelinap untuk mencuri ikan di dapur.

Keberanian. Apa yang terjadi jika seorang pangeran lari tunggang langgang ketika berhadapan dengan musuh. Atau, berpura2 mati saat musuh datang menyerbu. Atau yang lebih parah malah asik berpesta saat negeri dalam bahaya. Putri menginginkan calon pendampingnya adalah pemuda yang tidak lari dari masalah. Menghadapi dengan penuh keberanian semua masalah. Berani bersikap, berani menentukan pilihan dan arah bahtera kerajaan.

Kecekatan. Kecerdasan dan kecekatan adalah satu paket yang tidak bisa dipisahkan. Pangeran yang cerdas tapi letoy atau tangkas tapi o’on jelas tidak enak dilihat. Pangeran yang berkacamata tebal, berdasi kupu2, berbaju kotak2 dengan krah yg dikancingkan dan hanya berkutat dengan buku tentu tidak pantas mendampingi sang putri. Demikian juga pangeran yang perkasa, berotot, berwajah rupawan tapi mulutnya selalu terbuka dan kadang2 meneteskan air liur, pastinya akan menjadi pasangan yang mengerikan buat sang putri.

Kreatifitas. Kreatifitas adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berguna. Daya cipta merupakan daya ketuhanan. Sebuah energi untuk memproduksi hal2 baru yang seringkali mempunyai efek kejut yang luar biasa. Hasil kreatifitas adalah sesuatu yang original datang dari akal budi manusia. Sang Putri ingin pendampingnya nanti adalah pangeran yang mempunyai energi kreatifitas. Tanpa pangeran yang kreatif, kerajaan tidak akan mampu bersaing dengan kerajaan-kerajaan lain.

Cinta. Apa arti semua syarat di atas tanpa cinta. Cinta yang tulus dan abadi kepada sang putri adalah syarat yang paling utama. Cinta adalah kesediaan untuk memberikan segala-galanya tanpa pamrih. Mengorbankan jiwa, raga dan hartanya sepenuhnya untuk sang putri. Ketulusan dan kesetiaan adalah cerminan dari cinta. Yang pasti, Sang putri tidak ingin dikhianati.

Hari ini pesta sayembara itu sudah mulai terdengar genderangnya. Semua menunggu dengan harap-harap cemas, apakah Sang Putri akan mendapatkan pendamping yang pantas atau sayembara ini sia-sia saja dan Sang Putri akan kembali berlinang air mata.

Catatan:

Sang Putri = Rakyat Indonesia

Pangeran = Anggota Legislatif terpilih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: