EMPAT PENCOPET KECIL

Darnoto, juki, andre, dan bagus mendesak maju diantara kerumunan orang2 yang sedang menonton layar tancap. Mereka adalah anak2 jalanan yang sudah dari tadi menunggu saat yang tepat untuk melakukan aksinya di arena pasar malam. Dua diantaranya yaitu juki dan darnoto sangat pintar mengajak ngobrol dan mengalihkan perhatian korbannya, sementara andre dan bagaus terlatih untuk dengan sangat cepat memindahkan dompet korban ke tangannya, sehingga mereka membagi diri menjadi 2 tim, andre dengan juki, darnoto dengan bagas.

Juki sudah sejak tadi mengincar korbannya, seorang ibu yang sedang menggandeng anak laki2nya yang berumur sekitar 5 tahun. Anak itu dari tadi rewel minta dibelikan hampir semua benda yang dia lihat di pasar malam. Ibu itu kelihatan jengah dengan anaknya dan membiarkannya saja merengek2 sementara dia tetap asik menonton film india di layar tancap. Juki melihat ini sebagai peluang, sasaran empuk yang bakalan dengan mudah dia dapatkan.

Juki berjalan kea rah korbannya dengan mantap. Ia menyuruh andre menunggu tidak terlalu jauh sampai saat dia memberi kode seperti biasa dengan gerakan jari metalnya. Kini, Juki telah berada di samping anak kecil yang masih terus merengek2 itu. Juki pura2 menonton film di layar tancap, berdiri dengan bersedekap dan mendongakkan kepalanya karena terhalang pandangannya oleh seorang anak di depannya. Sesekali Juki melirik kea rah korbannya. Ibu itu sama sekali tidak memperhatikan kedatangan Juki. Dia terlihat asik sekali menikmati adegan kejar2an bintang utama dengan pacarnya di sebuah taman sambil menyanyi dan menari. Juki mulai menjalankan rencananya. Ia mendekat kea rah anak kecil dan bertanya,” kenapa Dik?”. Anak itu diam saja dan malah merengek2 lebih kenceng. Si Ibu menoleh kea rah si Juki dengan tatapan curiga. Si Juki mulai melancarkankepiawaiannya. “ Maaf, Bu… kasian anaknya tuh..” Si ibu dengan mata melotot menjawab,”Anak kecil sok pintar, udah tonton aja filmnya, nggak usah bawel!”

Juki sesaat diam. Kemudian dia memberi kode kepada andre dengan jari metalnya sambil tetap bersedekap. Andre pun berjalan mendekat. Tiba2 Juki mencubit lengan anak itu dengan sangat keras. Tak ayal lagi anak itu pun meraung2 tak karuan sambil menunjuk2 ke arah Juki. Ibunya langsung tau kalau anaknya menangis gara2 ulah si Juki dan dia pun langsung menaruh tas yang dari tadi di tentengnya di tanah. Dia meraih anaknya dan tangan satunya meraih kuping si Juki dan menjewernya kencang2 sambil memaki2 si Juki. “Dasar anak gembel! Kurang ajar kamu ya! Kmu apain anakku?” Suaranya cukup keras untuk membuat orang2 di sekitar menoleh, tapi karena memang sudah dari tadi anak ibu itu membuat kebisingan, mereka pun kembali fokus ke film yang sedang rame2nya, adegan perkelahian antara si tokoh utama dengan laki2 jahat yang dijodohkan dengan pacarnya. Andre tidak menyia2kan situasi itu, dengan sigap dia menyikat tas yang sudah tidak diperdulikan lagi oleh pemiliknya dan langsung masuk ke kerumunan penonton yang berdiri berdesakan. Juki tersenyum kecil dan kemudian dia berusaha melepaskan jeweran ibu itu. Sambil tertawa dan menjulurkan lidahnya ke ibu itu dia berlari menjauh dan menyelinap di antara kerumunan orang2.

(to be continued)

Ditulis dalam story. Tag: , , . Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: