Pulang

Lampu dan ibuku melarut dalam cangkir kopiku. Saat kepiluanku meletup pada rindu, ikan-ikan yang menggelepar di atas sampan pun mendengarkan. Semua menguning kabur. Derap kaki-kaki kuda dan tetesan air mataku bergeronjalan diatas jalan pulang. Aku mulai mengenaskan membawa sakitku yang perlahan. Lebah dan bermacam-macam serangga mengisap air mataku, menjadikannya madu. Rencanaku membuang semua dendam tapi igauan-igauanku tak habis-habis. Lidah mungkin putus saat bercinta, namun bau keringat yang melekat tak kan pernah lenyap. Dan anjing setan yang lapar dalam kepalaku terus menggerogotiku pelan-pelan. Aku menindik hatiku untuk membuatnya diam. Saat aku menangis, saat aku pun tertawa. Mungkin ibuku menunggu, tapi ibuku adalah kesunyian. Ratapanku adalah gunjingan. Kepedihanku adalah ambiguku. Dan aku ingin tahu yang sebenarnya, adakah jalan pulang…

Ditulis dalam puisi. Tag: , , , , . 2 Comments »

2 Tanggapan to “Pulang”

  1. Nabee Says:

    wueloook….*Kabooor*

    “iki komentar paling aneh.. nganti laptop-ku tak walik yo tetep ra mudeng”

  2. codet Says:

    …selalu ada.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: