Saatnya Menghitung

Pemilu legislative 2009, hari ini dilaksanakan. Pagi-pagi orang bangun dan yang ada di kepalanya adalah bersiap-siap untuk mencontreng caleg atau partai pilihannya. Hari-hari sebelum pemilu diwarnai suasana kampanye terbuka yang heboh dan sering menyebabkan kemacetan namun sejauh ini tidak ada insiden besar yang terjadi. Praktis masa kampanye berjalan lancar dan damai. Ini adalah point yang perlu diberikan apresiasi. Kita semua tahu bahwa kampanye rawan kerusuhan tapi ternyata itu tidak terjadi. Kita pantas angkat topi untuk semua rakyat Indonesia, semua parpol dan tidak lupa KPU. Dan mudah-mudahan begitu juga dengan hari ini. Pemilu berjalan lancar tanpa peristiwa yang tidak diharapkan.

Banyak TV hari ini menyiarkan secara langsung Pemilu. Saya yang tidak terdaftar dalam DPT dan memang tidak terlalu antusias untuk ikut nyontreng, sejak pagi nongkrong di depan TV untuk mengikuti pelaksanaan pemilu secara langsung dari berbagai tempat di Indonesia. Saya memilih chanel TV ONE yang saya anggap sebagai TV yang paling besar kontribusinya selama Pemilu dan menurut saya format acaranya selalu enak untuk dinikmati.

Kamera pagi-pagi mengarah ke TPS tempat JK memilih. JK dengan gayanya yang khas bersama istri dan cucunya datang saat tokoh-tokoh lain belum memilih. Kontan sejak pagi JK menguasai media dan menjadi the Star. Hampir semua TV yang menyiarkan langsung Pemilu, menyorot JK dan berkali-kali menayangkan gambar ulangannya. JK memang piawai memilih momentum. Sepertinya telah mempersiapkannya karena sesuai slogan yang diusungnya, lebih cepat lebih baik. Dan kebetulan TV One menayangkan acara yang topiknya tentang pencitraan tokoh2 politik saat datang ke TPS. Penampilan JK dinilai positif oleh narasumber dalam acara itu. Warna netral pakaian (coklat) , gaya dan dengan mengajak cucunya, dinilai JK berhasil memberikan pencitraan sebagai tokoh nasional yang baik. Tapi apakah JK memang mempersiapkannya atau spontanitas, hanya JK yang tahu. Namun seandainya itu dipersiapkan dengan baik menurut saya JK piawai dalam berpolitik.

Sebenarnya yang paling saya tunggu-tunggu adalah saat perhitungan suara nanti. Quick Count yang diadakan oleh berbagai pihak biasanya memberikan hasil yang sama dengan hasil perhitungan resmi KPU. Tunggu sebentar.. di TV One sedang diselingi penampilan Iwan Fals menyanyi.. wah keren banget! Judul lagunya “Buktikan”. Iwan fals, makin berumur makin powerfull . Suaranya yang serak bergetar khas Iwan fals bikin merinding.. Kembali ke quick count, quick count ini akan memberikan gambaran kepada kita besaran dan selisih perolehan suara dari 44 partai peserta pemilu. Saya ingin tahu apakah hasilnya sama dengan survey-survey yang dilakukan beberapa lembaga survey yang hasil-hasilnya selalu partai-partai yang itu-itu saja yang menduduki tempat teratas atau akan ada kejutan. Saya menunggu-nunggu adanya kejutan tentunya.

Di TV One sekarang ditayangkan Megawati dan taufik kiemas yang telah datang ke TPS. Ternyata Megawati memakai pakaian berwarna putih tidak seperti yang diprediksi oleh narasumber bahwa Mega akan memakai baju merah seperti biasanya. Sementara Taufik Kiemas memakai pakaian berwarna biru dan berkesan nonformal. Ini juga meleset dari prediksi si narasumber. Si narasumber berkilah, Mega atau pembantunya pasti nonton TV One , makanya dia mengubah kostumnya. Dasar narasumber, nggak mau disalahkan. Sekarang kita menjadi bertanya-tanya, kira-kira baju warna apa yang akan dipakai oleh SBY nanti. Apakah dia juga akan mengenakan baju yang warnanya netral seperti kedua tokoh tadi atau memakai baju warna biru seperti warna partainya? Kenapa tiba-tiba warna baju menjadi penting ya… Tapi mungkin memang penting, pencitraan dalam politik.

Sekitar jam 11.00 SBY datang dengan istri, anak, menantu dan cucunya. Ternyata SBY memakai pakaian formal berwarna biru dan berseragam dengan keluarganya. SBY mencitrakan dirinya dengan imej rapih, kompak dan percaya diri akan posisi partainya nanti. Yang disesalkan, kenapa ada ketua KPU disana. Seolah2 dia adalah bawahan Presiden. Ini dikomentari sangat negative oleh para narasumber. Tidak semestinya KPU sebagai lembaga yang independent berada disana. “Ini sangat buruk,” kata salah satu narasumber. Setelah selesai menyontreng, SBY memberikan kata sambutan semacam pers conference dadakan. Tidak ada yang luar biasa, hanya kata sambutan yang berisi hal-hal klise.

Detik2 Quick Count hampir tiba. Inilah saat yang saya tunggu-tunggu. Jam 12 tepat Pemungutan suara ditutup. TV ONE membuat acara Quick Count dari LSI (Lingkaran Survey Indonesia) dengan format real time. Acara dibuat heboh dengan mendatangkan banyak mahasiswa di studio. Urutan 10 besar pembukaan Quick Count adalah sebagai berikut: DEMOKRAT, PDIP, GOLKAR, PKS, PDS, PDP, GERINDRA, PKDI, PKP, HANURA. Ini tentunya urutan sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu. Tapi sepertinya untuk 4 besar, prediksi saya, sudah tidak akan berubah lagi. Ternyata beberapa partai besar lama belum masuk 10 besar, PKB, PAN, PPP, PBB. Ini mungkin kejutan.

Urutan saat ini,sekitar 10 menit kemudian adalah GOLKAR, PDIP, DEMOKRAT, PKS, PDS, PDP, GERINDRA, PKDI, PKP, HANURA. Urutan ini adalah dari data yang baru 0,1% masuk dan hanya untuk DPR RI. Jam 13.29 WIB urutannya menjadi GOLKAR, DEMOKRAT, PKB, PKS, PDIP, PAN, HANURA, GERINDRA, PKPB, PDS. Disini terlihat PAN dan PKB mulai masuk 10 besar. Sepertinya tidak akan ada kejutan nih… Jam 13.35 WIB dengan data masuk 1,05% urutannya adalah GOLKAR, DEMOKRAT, PKB, PDIP,PKS, HANURA, PAN, PKP, GERINDRA, PPP. Saat ini PPP sudah mulai muncul.

Karena saya tidak sabar untuk memposting postingan ini maka untuk kelanjutan Quick Count akan saya lanjutkan dipostingan selanjutnya…

Agar data quick countnya tidak terpisah, saya lanjutkan saja disini

Hasil jam 14.16 suara masuk 4,80% posisinya DEMOKRAT, PDIP, GOLKAR, PKS, PKB, PPP, PAN, HANURA, GERINDRA, PKP. Terlihat sudah didominasi partai-partai besar. Tapi kemana ya PBB? Perlu diketahui bahwa LSI ini telah menyebar 2000 sukarelawan ke 2000 TPS yang tersebar di seluruh Indonesia. Mereka dengan cepat mengirimkan data perhitungan suara ke LSI.

Jam 14.31 suara masuk 7,10%, posisinya DEMOKRAT, GOLKAR, PDIP, PKS, PKB, PAN, PPP, GERINDRA, HANURA, PBR. SLI mengkalim telah melakukan 77 kali Quick Count dan sama sekali tidak ada yang meleset. Angka sementara ketiga partai teratas Demokrat, Golkar dan PDIP pada 7.10% suara, sangat berdekatan yaitu 17,64%; 15,28%; 14,12%.

Menurut narasumber, Angka Golput bertambah menjadi sekitar 35%. Ini mungkin karena kejenuhan politik atau kekecewaan politik. Jenuh karena terlalu sering adanya pemilihan2 seperti pilkada , kecewa karena partai2 tidak memanfaatkan moment kampanye terbuka untuk menunjukkan kampanye yang berbeda dengan kampanye2 sebelumnya, kampanye yang riil dan menunjukkan program2 yang nyata.

Jam 14.59. urutannya adalah DEMOKRAT, GOLKAR, PDIP, PKS, PAN, PKB, PPP, GERINDRA, HANURA, PKPB. Suara yang masuk 16,05%. DEMOKRAT 20,08%; GOLKAR 16,61%, PDIP 15,10%. Para narasumber percaya bahwa hasil ini adalah cerminan dari partai2 yang berhasil menggunakan media untuk kampanyenya. Dibuktikan dengan PAN yang mampu meraup suara yang cukup banyak dimana kita semua tahu bahwa partai ini akhir2 ini terkenal dengan Partai Artis Nasional.

Jam 15.11 urutan masih tetap DEMOKRAT 19,63%, GOLKAR 16,03%, PDIP 15,48%, PKS, PAN, PKB, PPP, GERINDRA, HANURA, PKPB. Ini menunjukkan bahwa hasil quick count sudah mulai stabil. Mungkin sekali bahwa hasil ini akan sama dengan hasil akhir quick count tapi masih sangat mungkin malah akan terjadi perubahan2 yang cukup drastis karena suara yang belum masuk masih cukup banyak.

Jam 15.33. suara masuk 29,55%. Urutannya DEMOKRAT, GOLKAR, PDIP,PKS, PAN, PKB, PPP, GERINDRA, HANURA, PKPB. DEMOKRAT 19,64%; GOLKAR 15,52%; PDIP 15,43%.

Jam 15.58 suara masuk 39,75%. Urutannya DEMOKRAT 20,18%, PDIP 15,43%, GOLKAR 15,03%, PKS, PAN,PKB, PPP, GERINDRA, HANURA, PKPB. Ternyata PDIP sementara mampu menyalib GOLKAR.

Jam 16,29 suara masuk 49,00% urutannya DEMOKRAT 20,54%, PDIP 15,11%, GOLKAR 14,98%, PKS, PAN, PKB, PPP,GERINDRA, HANURA, PKPB..

Jam 16.35 suara masuk 51,05% urutannya DEMOKRAT 20,70%, PDIP 15,14%, GOLKAR 14,79%, PKS 8,11%, PAN 6,19%, PKB, PPP, GERINDRA, HANURA, PBB. Akhirnya PBB masuk juga.

Jam 16.54 suara masuk 57,10% urutannya DEMOKRAT 20,51%, PDIP15,22%, GOLKAR 14,53%, PKS 8,02%, PAN 6,19%, PPP, PKB, GERINDRA, HANURA, PKPB.

Jam 17.11 suara masuk sudah mencapai 62,05%, urutannya DEMOKRAT 20,59%, PDIP 14,99%, GOLKAR 14,65%, PKS 7,98%, PAN 6,09%, PPP, PKB, GERINDRA, HANURA, PBB. Sepertinya satu2nya kejutan adalah PAN tidak anjlok drastic seperti yang diduga banyak pengamat dan GERINDRA tidak membuat kejutan yang cukup telak karena posisinya hanya pada urutan 8 dan cuma menguasai sekitar 4% suara

Jam 18.15 suara masuk sudah mencapai 74,65%, urutannya DEMOKRAT 20,39%, PDIP 14,88%, GOLKAR 14,73%, PKS 7,37%, PAN 5,93%, PPP, PKB,GERINDRA, HANURA, PBB.

Jam 19.04 suara masuk 80,50%, urutannya DEMOKRAT 20,31%, GOLKAR 14,81%, PDIP 14,50%, PKS 7,89%, PAN 6,05%, PPP, PKB, GERINDRA, HANURA, PBB. Angka 80% ini dianggap sebagai angka aman dan kemungkinan sudah tidak berubah lagi.

Jam 20.22 suara masuk 88,05%, urutannya masih sama, DEMOKRAT 20,30%, GOLKAR 14,75%, PDIP 14,41%, PKS 7,77%, PAN 6,07%, PPP, PKB, GERINDRA, HANURA, PBB.

Jam 20.53 suara masuk 90,75% urutannya DEMOKRAT 20,31%, GOLKAR 14,77%, PDIP 14,27%, PKS 7,84%, PAN 6,05%, PPP 5,40%, PKB 5,34%, GERINDRA 4,19%, HANURA 3,54%, PBB 1,63%. LSI berani memastikan bahwa angka2 ini sudah tidak akan bergeser banyak dan dia berani mengucapkan selamat kepada Partai Demokrat sebagai pemenang Pemilu versi Quick Count LSI.

jam 22.15 suara yang masuk sudah 95,15% dengan urutan tetap, DEMOKRAT 20,30%, GOLKAR 14,86%, PDIP 14,06%, PKS 7,83%, PAN 6,04%, PPP 5,31%, PKB 5,23%, GERINDRA 4,21%, HANURA 3,49%, PBB 1,65%.

jam 00.31 suara masuk sebanyak 97,65%. Urutan sudah tidak bergeser lagi yaitu, DEMOKRAT 20,19%, GOLKAR 14,87%, PDIP 14,05%, PKS 7,78%, PAN 6,07%, PPP 5,22%, PKB 5,15%, GERINDRA 4,17%, HANURA 3,49%, PBB 1,66%.

ternyata Quick Count tidak cukup quick sehingga untuk membuat 100% suara masuk tidak cukup hanya 12 jam.

Satu Tanggapan to “Saatnya Menghitung”

  1. denBaguse Says:

    wah menyimak betul acara kuik kon di tv ya sampai kronologinya ditulis..sip
    menjadi pembelajaran demokrasi bagi masyarakat Indonesia
    salam

    “salam juga mas denBaguse… hehehe.. saya dari pada nganggur aja kok…”


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: