Empat Pencopet Kecil (4)

“Malam om…” sapa kedua bocah itu

“ngapain kalian..? ganggu aja. Pergi pergi!” usir si preman jaket blue jins .

“Jangan! Jangan pergi..! Nyanyiin saya lagu cinta yang paling romantis!” Sergah Si Bos besar buru2 mencegah mereka berdua pergi.

Darnoto dan Bagus saling berpandangan. Lalu Darnoto membisikkan sesuatu ke telinga Bagus. Bagus mengangguk.

“Sip Bos.. kami akan nyanyikan lagu paling romantis saat ini.. Lagu yang akan membuat anda semua teringat kenangan dengan wanita yang paling anda cinta. Selamat menikmati Merindukanmu, d’masiv.” Darnoto berbicara dengan gaya layaknya seorang MC kondang.

Bagus mulai dengan berdehem, kemudian memetik gitarnya dengan intro yang indah dan sempurna mirip sekali dengan lagu aslinya. Darnoto mengiringi dengan kocokan botol berisi pasirnya, menambah kelarasan irama lagu itu. Akhirnya syair2 romantis dalam nada dan suara yang merdu keluar dari mulut Bagus membuat ketiga laki2 itu terpana. Mereka tidak menyangka Bagus mempunyai suara seindah itu. Mereka pun larut dalam kenangan kisah2 cinta mereka.

Tiga lagu cinta telah Bagus nyanyikan. Mereka pun berhenti.

“Kok berhenti? Lagi dong…”kata si preman berjaket blue jins

“Udah om.. dah capek..” jawab Bagus. Sementara Darnoto menyodorkan topinya dgn posisi terbalik kepada mereka, meminta bayaran jasa ngamennya.

“Apa2an nih…? Kalian nggak tau siapa kami? Pergi sono ato mau gw hajar!” bentak si preman jaket blue jins sambil mengepalkan tinjunya kea rah kedua bocah itu.

Kedua bocah itu pun tak berdaya. Mereka mebalikkan badan dan berjalan pergi sambil mengomel. Ketiga laki2 itu tertawa terbahak2.

“Dasar bocah2 bego… emang nggak tau apa kalo kita preman.. ada2 aja.. ngamen sama preman.. bego bego.. tapi lucu-lucu juga ya..hahhaha..” komentar preman bencong.

Tiba2 si Bos besar bangkit dari tempat duduknya. Paras mukanya terlihat tegang. Tangannya begerak meraba2 semua kantong di baju dan celananya. Sekarang ia terlihat panik.

“Ada apa bos?” Tanya kedua preman serentak

“Handphone saya mana? Kalian lihat nggak? Sialan!” jawab si bos sambil jongkok dan meraba2 rumput di kolong kursi taman.

“Ha?? Nggak tahu bos.. bukannya tadi baru saja bos pakai buat telfon Melisa” mereka berdua bangkit dari tempat duduk lalu ikut sibuk mencari2 handphone si bos.

Tak jauh dari tempat itu, di sebuah rumah kardus, empat bocah tertawa cekikikan melihat video adegan syur di sebuah Blackberry Bold.

Ditulis dalam story. 2 Comments »

2 Tanggapan to “Empat Pencopet Kecil (4)”

  1. Mbak maya Says:

    hehehe. salam kenal ya….

    “hehhehe… salam kenal juga mbak Maya…”

  2. I Lost Over Thirty Pounds in A Month Says:

    I was just now searching around about this when I stumbled on your blog post. I’m only stopping by to say that I truly liked reading this post, it’s very well written. Are you going to blog more on this? It appears like there’s more depth here for more posts.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: