Eksistensi

Jumlahku menjadi banyak

Lembut ku kemas dalam kantong plasentaku (Evolusiku memang belum sempurna tapi cukuplah progresif).

Membaca satu persatu notasi rintihan mereka dalam jazz dan rock’n roll,

membuat eksistensi mereka makin nyata.

Kuhangatkan dengan tiupan moralitas tapi sia-sia.

Mereka adalah aku dan aku tak mau mengakui eksistensi mereka, itulah masalahku.

Ditulis dalam puisi. Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: