Sejumlah Produk Pertama Vaksin Flu Babi Telah Tersedia

vaksin-flu-babiPerusahaan pembuat obat dari Eropa, Novartis AG, mengumumkan bahwa jum’at 12 Juni 2009 telah sukses memproduksi sejumlah produk pertama vaksin flu babi, beberapa minggu lebih awal dari yang diharapkan.

Jadwal  Produksi  yang diperpendek ini menjadi mungkin terjadi karena vaksin diproduksi dalam sel, tidak dengan metode berbasis telur yang tipikal digunakan untuk memproduksi vaksin, kata perusahaan

Pengumuman dikeluarkan sehari setelah WHO mendeklarasikan pandemi flu pertama kalinya sejak 1968, dipicu oleh penyebaran yang cepat virus H1N1 meliputi Amerika Utara, Australia, Amerika Selatan, Eropa dan beberapa wilayah lain.

Merujuk pada Associated Press, Novartis mengatakan pemakaian produk pertama ini untuk evaluasi dan pengujian, sebelum digunakan pada manusia, dan juga dipertimbangkan untuk pemakaian di klinik. Jutaan dosis vaksin dapat diproduksi setiap minggu, kata perusahaan. Departemen Kesehatan Amerika Serikat telah siap menyediakan $289 juta untuk vaksin flu babi dengan Novartis pada Mei, kata AP.

Pada kamis, direktur WHO Dr. Margaret Chan membuat pengumuman antisipasi bahwa flu babi telah mencapai status pandemi. Dia melakukannya segera setelah telekonferens darurat dengan ahli-ahli flu dari sejumlah negara.

 “Dunia sedang bergerak ke hari-hari awal pandemi influenza pertama di abad 21,” kata Chan di Geneva, merujuk pada Associated Press. “Virus flu babi sekarang ini tidak terhentikan.”

Deklarasi ini mendorong  status peringatan WHO dari fase 5, yang hanya beberapa minggu, menjadi fase tertinggi, fase 6, karena sejumlah kasus flu babi telah mendekati angka 30.000 di Amerika Serikat, Eropa, Amerika Selatan dan Australia.

Penyebaran kasus yang cepat di Australia, dimana telah mencapai lebih dari 1.000 pada hari senin, tampaknya menjadi kriteria kunci untuk mendeklarasikan pandemi global – jika setidaknya dua wilayah di dunia telah terserang.

Pada hari Kamis, WHO mengatakan 74 negara sekarang ini melaporkan 28.774 kasus flu babi, termasuk 144 tewas, AP melaporkan.

Departemen Kesehatan Amerika Serikat pada hari Kamis tidak terkejut terhadap pengumuman pandemi tersebut. “semuanya berdasarkan data,” direktur CDC DR. Thomas R. Frieden mengatakan pada konferensi press.

Tetapi dia menambahkan, “ini tidak berarti terdapat perbedaan pada beratnya flu. Tidak ada perubahan apapun pada virus.”

 “Di sini, di Amerika Serikat, kami telah meresponnya seolah-olah sudah terjadi pandemi,” Dr.Anne Schuchat, direktur CDC’s National Center for Immunization and Respiratory Disease, menambahkan.

Apa arti deklarasi pandemi, dia mengatakan, bahwa “untuk negara-negara yang tidak menemukan  flu  seperti yang ada di sini, mereka perlu melakukan rencana pandemi mereka.”

Pada pernyataan yang terpisah dalam merespon pengumuman WHO, Sekretaris Departemen Kesehatan Amerika Serikat, Kathleen Sebelius mengatakan, ” deklarasi ini telah mengingatkan dunia bahwa virus-virus flu seperti H1N1 perlu ditangani dengan serius. Meskipun kita tidak melihat banyak kasus berat, bisa saja akan sangat berbeda pada musim gugur, khususnya jika terdapat perubahan di belahan bumi selatan, dan kita perlu mulai mempersiapkan sekarang agar siap dalam kemungkinan perlunya mengkampanyekan imunisasi H1N1, dimulai akhir September.”

Sekretaris Department of Homeland Security Amerika Serikat, Janet Napolitano menambahkan, “keputusan ini tidaklah mengejutkan. Sekarang tantangan kami adalah untuk mempersiapkan untuk perbaikan yang mungkin pada musim gugur mendatang.

 “pemerintahan Obama telah bekerja bersama lintas pemerintahan, dan akan terus melakukannya dalam minggu-minggu dan bulan-bulan kedepan untuk menjaga rakyat Amerika tetap aman,” katanya.

Berdasarkan statistik WHO, pandemi terakhir – flu Hongkong 1968 – telah membunuh sekitar 1 juta orang. Dibandingkan flu biasa yang membunuh sekitar 250.000 sampai 500.000 orang setiap tahun.

Ahli lain juga memperingatkan bahwa deklarasi baru ini tidak berati bahwa flu babi menjadi lebih berat/ganas.

 “level 6 WHO, yang menyatakan bahwa infeksi H1N1 sekarang telah tersebar secara global ke seluruh dunia, merupakan deklarasi tentang luasnya penyebaran secara geografis, dan bukanlah pernyataan tentang berat ringannya penyakit secara klinis,”  pernyataan Dr. Pascal James Imperato, a former New York City health commissioner and dean of public health at the State University of New York’s Downstate Medical Center. “Penyakit ini tetap relatif ringan pada kebanyakan orang. Konsekuensi positif dari deklarasi ini adalah mendorong negara-negara untuk bergerak ke depan dalam  memproduksi vaksin.

Chan pada hari Kamis juga mengkarakterisasi virus H1N1 sebagai “moderat/sedang” dan WHO mengatakan bahwa mereka sekarang akan menyegerakan para pembuat vaksin untuk mulai memproduksi vaksin flu babi ini.

Sejak adanya kasus flu babi ini pada April lalu, Departemen Kesehatan Amerika Serikat juga mengatakan bahwa infeksi ringan untuk kebanyakan orang dan kebanyakan orang sembuh dengan cukup cepat. Tes telah menunjukkan  bahwa virus H1N1 masih dapat disembuhkan dengan dua obat antivirus biasa, Tamiflu dan Relenza.

Selama beberapa bulan berikutnya, ilmuwan-ilmuwan CDC akan mencari tahu apakah virus flu babi bermutasi atau menjadi resisten terhadap antivirus atau  menjadi lebih mudah menyebar di antara manusia.

Sumber: Steven Reinberg, www.medicinenet.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: