Bedah Pengurangan Berat Badan Mengurangi Angka Kejadian Kanker pada Wanita Gemuk

Tindakan bedah untuk mengurangi berat badan  yang mampu mengekang asupan makanan dengan menjahit sebagian lambung atau usus kecil dapat mengurangi resiko kanker pada wanita dengan obesitas lebih dari 40%, menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan kamis.

Tetapi apa yang disebut bedah bariatric tersebut, yang tidak termasuk pembuangan lemak melalui liposuction, tidak tampak mempunyai dampak terhadap penurunan resiko kanker pada laki-laki, kata penelitian pada The Lancet Oncology, sebuah jurnal kedokteran Inggris ternama.

Penelitian terakhir menunjukkan obesitas merupakan penyebab kanker yang paling bisa dicegah nomer dua setelah merokok. Di USA, 14% kematian akibat kanker pada laki-laki dan 20% pada wanita disertai kegemukan atau obesitas.

Namun, sampai saat ini, belum diketahui apakah terapi pembedahan untuk mengurangi obesitas dapat menurunkan angka kejadian penyakit.

Sebuah tim peneliti dari Swedia yang dipimpin oleh Lars Sjostrom dari Universitas Gothenberg menganalisa data dari suatu survey kesehatan yang sedang berjalan untuk membandingkan angka kejadian kanker pada pasien-pasien dengan obesitas yang telah mengalami bedah pengurangan berat badan, dengan mereka yang tidak mengalami.

Dimulai sejak tahun 1987, mereka mengamati 2.010 laki-laki dan wanita dengan obesitas yang menjalani prosedur bedah bariatric dan 2.037 pasien dengan obesitas yang menerima bentuk terapi konvensional. Subyek penelitian tersebut diamati selama periode rata-rata sekitar 11 tahun.

Kelompok yang menjalani pembedahan, rata-rata, sekitar 20 kg (44 pons) selama lebih dari 10 tahun, sementara kelompok kontrol dikenakan tambahan 1,3 kg (2,9 pons)

Jumlah kanker pertama kali pada kelompok yang mengalami pembedahan adalah 117, dibandingkan dengan 169 pada kelompok yang tanpa pembedahan. Tetapi keuntungan ini hanya terdapat pada wanita, yang menunjukkan pengurangan 42% dalam onset kanker baru.

Para peneliti mengatakan perbedaan ini mencerminkan distorsi statistik akibat jumlah laki-laki yang jauh lebih sedikit dalam penelitian.

Penjelasan yang mungkin lainnya adalah, mungkin saja merupakan dampak terapi kanker uterus dan payudara post menopouse, kata Andrew Renehan dari Universitas Manchester pada sebuah komentar dan juga pada The Lancet Oncology.

Yang mengejutkan adalah, tidak adanya hubungan langsung antara jumlah berat badan yang hilang dengan pengurangan angka kejadian kanker, ini menjadikan adanya dugaan bahwa manfaat anti-kanker mungkin disebabkan oleh  suatu mekanisme lain selain hanya pembuangan berapa kilo berat badan atau pengurangan asupan kalori.

Penelitian lebih banyak diperlukan untuk mengetahui kebenarannya, kata para peneliti.

Sumber : http://www.yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: