Para Peneliti Berhasil Memetakan DNA Virus Common Cold untuk Pertama Kali

common-coldCommon cold mungkin tidak akan pernah tereradikasi, kata para ilmuwan , tetapi suatu terobosan dalam pemetaan DNA virus  dapat memberikan suatu terapi baru

Para peneliti mengatakan bahwa suatu pukulan untuk mencegah penyakit yang sangat menular, tidaklah mungkin, karena mereka terlalu baik dalam mengembangkan strain baru.

Tidak ada obat untuk virus, yang bertanggung jawab terhadap penyebab jutaan batuk dan bersin tiap tahun dan juga dapat memicu serangan asma.

Sebuah tim di belakang suatu penelitian baru telah berhasil memetakan apa yang mereka deskripsikan sebagai  “instruksi manual” untuk 99 strain virus common cold yang telah diketahui.

Mereka telah menyingkap bagaimana virus berkembang, mengkonstruksi “pohon keluarga” dan mengidentifikasi apa yang mereka yakini sebagai kerentanan virus yang akan dapat menjadi target dalam pengobatan baru.

Para peneliti juga berharap bahwa informasi baru tersebut akan dapat mengidentifikasi bagaimana beberapa strain virus dapat menyebabkan mereka yang terinfeksi akan mengalami asma.

Tetapi hasil penemuan baru tersebut untuk pertama kalinya mampu mengungkapkan betapa suksesnya virus tersebut ,mengembangkan strain yang berbeda, yang dipercaya oleh tim akan sangat membuat frustasi dalam usaha pengembangan vaksin.

“Tidak ada kesuksesan dalam pengembangan obat yang efektif untuk mengobati common cold, yang kita yakini disebabkan oleh informasi yang tidak lengkap mengenai komposisi genetik dari semua strain-strain tersebut,” kata Dr Stephen Liggett, dari University of Maryland, satu dari peneliti yang terlibat dalam penelitian ini.

“Kita secara umum berfikir bahwa flu adalah suatu gangguan. Tetapi dapat melemahkan pada individu yang sangat muda dan lebih tua, dan dapat menjadi pencetus serangan asma pada semua umur.

“Juga, pada suatu penelitian baru menunjukkan bahwa infeksi dini pada anak-anak dapat memprogram sistem imun untuk mengembangkan asma pada masa dewasa”

Namun, penelitian membuktikan untuk pertama kalinya bahwa strain yang berbeda dapat “menukar gen” menciptakan strain virus baru, sehingga vaksin yang efektif makin sulit dibuat.

Mendapatkan rangkaian gen lengkap dari ini, kami sekarang mengetahui bahwa anda dapat terinfeksi lebih dari satu virus dalam waktu yang sama dan mereka dapat saling merekombinasikan gen mereka,” kata Ann Palmenberg, dari University of Wisconsin-Madison, yang memimpin penelitian ini, dipublikasikan dalam Journal Science.

“Itulah mengapa kita tidak pernah mempunyai vaksin yang efektif untuk common cold.

“Alam sangat efisien dalam memberi warna yang berbeda pada virus.”

Penelitian sebelumnya menganggap bahwa kemampuan untuk mentransfer gen dan menghasilkan strain virus yang secara keseluruhan baru tidaklah dimungkinkan.

Sebelum penelitian, hanya genome dari beberapa lusin starin telah dapat diurutkan.

Penelitian baru juga menemukan bahwa virus-virus terorganisasi kedalam sekitar 15 grup kecil, ini memberi pandangan bahwa pendekatan satu obat untuk semua tidak akan berhasil, berdasarkan penelitian tersebut.

“Mungkin beberapa obat anti virus dapat dibuat dengan target lokasi genetik spesifik dari grup tertentu,” kata Dr. Liggett.

“Pilihan terhadap obat yang akan diresepkan akan berdasarkan karakteristik genetik dari virus yang menginfeksi pasien.”

Sumber: http://www.telegraph.co.uk/

Satu Tanggapan to “Para Peneliti Berhasil Memetakan DNA Virus Common Cold untuk Pertama Kali”

  1. Agus Suhanto Says:

    hai,
    senang bertemu Anda melalui blog ini saya Agus Suhanto, tulisan yang oke🙂
    lam kenal yee


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: