Flu Burung

Flu Burung
(Flu Burung, Avian Influenza)

Bagaimana avian influenza terdeteksi pada manusia?
Flu burung tidak dapat didiagnosis hanya dengan gejala saja, sehingga diperlukan uji laboratorium. Avian influenza biasanya didiagnosis dengan mengambil beberapa sampel usapan dari hidung atau tenggorokan selama beberapa hari pertama sakit. Usapan ini kemudian dikirim ke laboratorium, di mana selain untuk mencari virus avian influenza menggunakan uji molekular, juga mencoba untuk menuumbuhkan virus. Penumbuhan Virus flu burung hanya boleh dilakukan di laboratorium dengan tingkat perlindungan tinggi. Jika penyakit sudah fase lanjut, mungkin sulit untuk menemukan virus flu burung langsung menggunakan metode ini. Jika hal ini terjadi, masih ada cara untuk mendiagnosa flu burung dengan mencari bukti-bukti dari tubuh akan adanya virus. Hal ini tidak selalu menjadi pilihan karena diperlukan dua spesimen darah (satu diambil selama beberapa hari pertama sakit dan satu lagi diambil beberapa minggu kemudian), dan perlu beberapa minggu untuk memastikan hasil.

Apa saja implikasi dari avian influenza untuk kesehatan manusia?
Dua resiko untuk kesehatan manusia dari flu burung adalah
1) risiko infeksi langsung ketika virus menular langsung melalui burung yang terinfeksi kepada manusia, kadang-kadang mengakibatkan penyakit parah, dan
2) risiko bahwa virus-jika diberikan cukup kesempatan-akan berubah menjadi bentuk yang sangat menular bagi manusia dan mudah menyebar dari orang ke orang.

Bagaimana flu burung pada manusia dirawat?
Penelitian yang dilakukan di laboratorium menunjukkan bahwa obat yang telah disetujui untuk virus influenza manusia seharusnya bisa digunakan dalam merawat infeksi flu burung pada manusia. Namun, virus influenza dapat menjadi resisten terhadap obat ini, maka obat ini mungkin tidak selalu bekerja. Studi lanjut diperlukan untuk menentukan efektivitas obat-obatan ini.

Apakah vaksin influenza musiman melindungi terhadap infeksi flu burung pada manusia?
Tidak. vaksin influenza musiman tidak memberikan perlindungan terhadap flu burung.

Haruskah saya memakai masker bedah untuk mencegah terkena flu burung?
Saat ini, memakai masker tidak dianjurkan untuk rutin digunakan (misalnya, dalam masyarakat) untuk mencegah terkena influenza. Di Amerika Serikat, masker operasi sekali pakai telah banyak digunakan dalam pelayanan kesehatan untuk mencegah terkena infeksi pernafasan, tetapi masker belum biasa digunakan dalam masyarakat, seperti sekolah, bisnis, dan pertemuan masyarakat.

Apakah saya bisa tertular avian influenza karena memakan atau menyiapkan makanan dari unggas atau telur?
Anda tidak akan tertular avian influenza karena memasak ayam dan telur dengan cara yang baik.
Saat ini tidak ada bukti ilmiah orang yang telah terinfeksi flu burung karena makan unggas atau telur yang dimasak dengan benar dan aman.

Sebagian besar kasus infeksi flu burung pada manusia disebabkan karena kontak langsung atau dekat dengan unggas yang terinfeksi atau terkontaminasi secara langsung secretions lendir atau kotoran burung yang terinfeksi. Meskipun ayam dan telur terkontaminasi virus, memasak dengan baik akan membunuh virus itu. Faktanya, peneklitian baru-baru ini telah menunjukkan bahwa metode memasak yang telah direkomendasikan oleh US Department of Agriculture (USDA) dan Food and Drug Administration (FDA) untuk ayam dan telur untuk mencegah infeksi lain juga dapat memmusnahkan virus influenza juga.

Jadi untuk tetap aman, saran untuk melindungi diri terhadap infeksi dari unggas adalah sebagai berikut:
• Cucilah tangan dengan sabun dan air hangat untuk setidaknya 20 detik sebelum dan sesudah menangani unggas dan telur mentah.

• Bersihkan papan pemotongan dan alat-alat dengan sabun dan air panas untuk menjaga unggas mentah dari kontaminasi makanan lainnya.

• Gunakan termometer makanan untuk memastikan Anda memasak unggas dengan suhu minimal 165 derajat Fahrenheit . Konsumen mungkin ingin memasak unggas dengan suhu yang lebih tinggi jika lebih suka.

• Masak telur sampai putih telur dan kuning telur benar2 matang.

Pemerintah AS dengan hati-hati mengontrol produk makanan domestik dan impor dan pada tahun 2004 mengeluarkan larangan impor pada unggas dari negara-negara yang terkena virus avian influenza, termasuk H5N1 strain. Larangan ini masih berlaku.

Kami memiliki kawanan kecil ayam. Apakah aman untuk menjaga mereka?
Ya. Di Amerika Serikat tidak perlu pada saat ini untuk menghapuskan pemeliharaan ayam karena kekhawatiran mengenai flu burung. Departemen Pertanian AS memantau potensi infeksi unggas dan produk unggas akan penularan virus flu burung dan agen penyakit menular lainnya.

Virus avian influenza A (H5N1) apa yang telah dilaporkan di Afrika, Asia, Eropa, dan Timur Dekat?
Virus Influenza A (H5N1)-juga disebut sebagai “virus H5N1”-adalah virus influenza subtype A yang terjadi terutama pada burung, dan sangat menular di antara burung, dan dapat menyebabkan kematian pada mereka.
Wabah flu burung H5N1 terjadi di kalangan unggas di delapan negara-negara di Asia (Kamboja, Cina, Indonesia, Jepang, Laos, Korea Selatan, Thailand, dan Vietnam) pada akhir 2003 dan awal 2004. Pada saat itu, lebih dari 100 juta burung di negara-negara yang terkena dampak mati karena penyakit atau dibunuh untuk usaha mengontrol wabah. Maret 2004, wabah dilaporkan sulit dikontrol.
Dimulai pada Juni 2004, wabah influenza H5N1 di kalangan unggas dan burung liar dilaporkan di Asia. Sejak saat itu, virus telah menyebar secara geografis. Laporan infeksi H5N1 pada burung liar di Eropa dimulai pada pertengahan 2005. Pada awal 2006, infeksi influenza A H5N1 pada burung liar dan unggas dilaporkan di Afrika dan Timur Dekat.
Kasus infeksi influenza A (H5N1) pada manusia telah dilaporkan di Azerbaijan, Kamboja, Cina, Jibouti, Mesir, Indonesia, Irak, Kuwait, Republik Demokratik Rakyat Laos, Nigeria, Thailand, Turki, dan Vietnam. Untuk sebagian besar informasi terbaru mengenai flu burung dan angka kasus, lihat World Health Organization Avian Influenza website.

Apakah risiko ke manusia dari wabah H5N1 yang sekarang?
Virus H5N1 biasanya tidak menjangkiti manusia, tetapi telah lebih dari 200 kasus pada manusia yang telah dilaporkan. Sebagian besar dari kasus-kasus ini terjadi dari kontak langsung atau dekat dengan unggas yang terinfeksi atau penularan langsung, namun beberapa kasus penyebaran dari manusia ke manusia virus H5N1 telah terjadi.
Sejauh ini, penyebaran virus H5N1 dari orang ke orang masih langka, terbatas dan unsustained. Namun, karena semua virus influenza mempunyai kemampuan untuk berubah, para ilmuwan khawatir, virus H5N1 suatu hari bisa dapat menulari manusia dan menyebar dengan mudah dari satu orang ke orang lain. Karena virus ini tidak biasa menulari manusia , maka hanya ada sedikit atau tidak ada sama sekali perlindungan kekebalan terhadap mereka dalam populasi manusia.
Jika virus H5N1 telah memperoleh kemampuan untuk dengan mudah menyebar dari orang ke orang, sebuah pandemi influenza (wabah penyakit di seluruh dunia) dimulai. Tidak ada yang bisa memprediksi kapan pandemi mungkin terjadi. Namun, para ahli dari seluruh dunia akan menawasi situasi H5N1 di Asia dan Eropa dengan sangat ketat dan mempersiapkan kemungkinan bahwa virus mulai menyebar lebih mudah dari orang ke orang.

Bagaimana perawatan infeksi virus H5N1 pada manusia?
Kebanyakan virus H5N1 yang menyebabkan penyakit dan kematian manusia nampaknya sudah resisten terhadap amantadine dan rimantadine, dua obat antivirus yang umumnya digunakan untuk perawatan pasien dengan influenza. Dua obat antivirus lainnya, oseltamivir dan zanamavir, mungkin akan bekerja untuk mengobati influenza yang disebabkan oleh virus H5N1, tetapi penelitian lanjutan diperlukan untuk membuktikan keefektifannya saat ini maupun yang akan datang.

Apakah ada vaksin untuk melindungi orang-orang dari beberapa jenis virus H5N1?
Ya. Pada tanggal 17 April 2007, the US Food and Drug Administration (FDA) mengumumkan telah disetujuinya vaksin pertama untuk mencegah infeksi pada manusia atas satu strain dari avian influenza (flu burung) virus H5N1. Vaksin, yang dibuat oleh sanofi Pasteur, Inc, telah dibeli oleh pemerintah federal AS untuk persediaan Strategis Nasional, yang akan didistribusikan oleh pejabat kesehatan masyarakat jika diperlukan. Vaksin ini tidak akan dibuat secara komersial tersedia untuk masyarakat umum. Vaksin H5N1 lainnya sedang dikembangkan oleh perusahaan lain terhadap berbagai jenis H5N1. Untuk informasi lebih lanjut tentang sanofi Pasteur, Inc vaksin, kunjungi http://www.fda.gov/bbs/topics/NEWS/2007/NEW01611.html. Untuk informasi lainnya tentang penelitian vaksin H5N1 dan pandemi flu burung, kunjungi http://www.pandemicflu.gov/research/index.html # vresearch.

Apakah manfaat dari vaksin H5N1 produksi oleh sanofi Pasteur Inc yang disetujui FDA?
Vaksin H5N1 yang disetujui oleh US Food and Drug Administration (FDA) pada 17 April 2007, telah dikembangkan untuk melindungi kemungkinan munculnya sebuah pandemi virus H5N1. Namun, sejak virus H5N1 bukan virus pandemi karena tidak menular secara efisien dari orang ke orang, vaksin H5N1 hanya ada untuk persediaan strategis daripada digunakan untuk masyarakat umum. Vaksin ini membantu upaya kesiapsiagaan dalam emergensi kasus pandemi virus H5N1.

Apa yang CDC rekomendasikan tentang virus H5N1?
Pada bulan Februari 2004, CDC memberikan departemen kesehatan masyarakat US sebuah rekomendasi untuk meningkatkan pengawasan ( “deteksi”) H5N1 influenza di negara ini. Tindak lanjut pesan ini, yaitu didistribusikannya melalui Jaringan Sinyal Kesehatan , telah dikirim ke departemen kesehatan pada 12 Agustus 2004, 4 Februari 2005, dan 7 Juni 2006; semua ketiga pemberitahuan mengingatkan departemen kesehatan masyarakat tentang rekomendasi untuk mendeteksi (domestik surveilans) , mendiagnosis, dan mencegah penyebaran virus H5N1. Pemberitahuan ini juga merekomendasikan langkah-langkah uji laboratorium untuk virus H5N1.

Apakah CDC merekomendasikan larangan perjalanan ke daerah-daerah yang dikenal dengan wabah H5N1?
CDC merekomendasikan saat ini tidak ada larangan perjalanan ke negara-negara yang terkena dampak virus flu burung. Namun, saat ini CDC menyarankan perjalanan ke negara-negara yang dikenal dengan wabah influenza H5N1 untuk menghindari peternakan unggas, kontak dengan binatang hidup untuk makanan di pasar, dan semua permukaan yang terkena kotoran dari unggas atau hewan lainnya.

Apakah ada resiko dalam menangani produk-produk bulu yang berasal dari negara-negara yang mengalami wabah flu burung A (H5N1)?
Pemerintah Amerika Serikat telah menetapkan bahwa ada risiko untuk penanganan produk-produk bulu dari negara-negara yang mengalami wabah influenza H5N1.
Saat ini ada sebuah larangan impor produ unggas dan burung dari negara-negara yang terkena dampak H5N1 di Afrika, Asia, dan Eropa. Peraturan yang menyatakan bahwa dilarang seseorang mengimpor atau mencoba mengimpor jenis burung apapun (Kelas Aves), apakah mati atau hidup, atau produk yang berasal dari unggas (termasuk telur tetasan), dari negara-negara yang telah ditentukan. Larangan ini tidak berlaku untuk setiap orang yang mencoba mengimpor atau mengimpor produk jika berasal dari unggas, sesuai yang ditetapkan oleh pejabat federal, seperti produk-produk yang telah diproses dengan benar untuk membuat menjadi noninfeksius sehingga tidak menyebabkan risiko penularan atau mengandung H5Nl dan yang sesuai dengan persyaratan US Department of Agriculture (USDA). Oleh karena itu, bulu dari negara-negara ini dilarang kecuali yang telah diproses untuk membuatnya menjadi noninfeksius. Informasi tambahan tentang larangan impor tersedia di situs web USDA.

Apakah ada resiko untuk impor burung peliharaan yang berasal dari negara-negara yang mengalami wabah flu burung A (H5N1)?
Pemerintah Amerika Serikat telah menetapkan bahwa ada risiko untuk impor burung peliharaan dari negara yang mengalami wabah influenza H5N1. CDC dan USDA keduanya melarang impor burung dari tempat wabah H5N1 yang telah didokumentasikan. Saat ini ada sebuah larangan impor produk unggas dan burung dari negara-negara yang terkena dampak H5N1 di Afrika, Asia, dan Eropa. Peraturan menyatakan bahwa dilarang seseorang impor atau mencoba impor burung apapun (Kelas Aves), apakah mati atau hidup, atau produk yang berasal dari unggas (termasuk telur tetasan), dari negara-negara tertentu (lihat dari Embargo Burung dari Negara tertentu).

Dapatkah seseorang terinfeksi virus avian influenza A (H5N1) karena membersihkan tempat makan burung?
Saat ini tidak ada bukti H5N1 yang menyebabkan penyakit pada burung atau orang-orang di Amerika Serikat. Saat ini, tidak ada risiko menjadi terinfeksi virus H5N1 dari tempat makan burung. Umumnya burung petengger (Passeriformes) yang paling sering menjadi burung peliharaan. Walaupun ada kasus H5N1 yang didokumentasikan menyebabkan kematian dalam beberapa Passeriformes (misalnya, pipit rumah, pipit pohon-Eurasian , Finch rumah), namun tidak ada yang terjadi di AS dan sebagian besar burung liar yang secara tradisional terkait dengan virus flu burung adalah unggas air dan burung pantai.

Perubahan apa yang diperlukan H5N1 atau virus flu burung lainnya untuk menyebabkan pandemi?
Tiga kondisi yang harus dipenuhi untuk dimulainya pandemi :
1. subtype baru virus influenza yang bahaya yang hanya ada sedikit atau tidak ada imunitas pada manusia
2. harus menjangkiti manusia dan menyebabkan sakit
3. harus menyebar dengan mudah dan berkelanjutan ( terus tanpa gangguan) di antara manusia.
Virus H5N1 di Asia dan Eropa memenuhi dua syarat: virus baru bagi manusia (virus H5N1 tetapi tidak pernah disirkulasikan secara luas di kalangan orang), dan telah menginfeksi lebih dari 190 manusia, membunuh lebih dari separuh dari mereka.
Namun, kondisi ketiga, transmisi virus berkelanjutan dan efisien manusia-ke-manusia, belum terjadi. Agar proses ini berlangsung, virus H5N1 perlu meningkatkan kemampuan transmisi di antara manusia. Hal ini dapat terjadi bila ada “penyusunan kembali (reassortment )” atau mutasi adaptif.
Reassortment terjadi ketika bahan genetik bertukar antara virus manusia dan virus avian selama co-infeksi (infeksi kedua jenis virus pada saat yang sama) pada manusia atau mamalia lain. Hasilnya bisa merupakan virus yang sepenuhnya penjangkit pandemi yaitu virus yang dapat menyebar dengan mudah dan langsung antar manusia. Proses yang lebih lanjut adalah mutasi adaptif, dimana kemampuan virus untuk mengikat sel manusia meningkat selama infeksi manusia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: