Tekanan Darah tinggi (hipertensi)

Apakah tekanan darah tinggi itu?

Tekanan darah tinggi atau hipertensi berarti tekanan tinggi (ketegangan) pada pembuluh darah arteri. Arteri adalah pembuluh darah yang akan membawa darah yang dipompa jantung ke seluruh jaringan dan organ tubuh. Tekanan darah tinggi tidak berarti ketegangan emosional yang berlebihan, walaupun ketegangan emosi dan stres dapat meningkatkan tekanan darah sementara. Tekanan darah normal adalah di bawah 120/80; tekanan darah antara 120/80 dan 139/89 disebut “pre-hipertensi”, dan tekanan darah 140/90 atau lebih dianggap tinggi.

Angka atas, tekanan darah systolic, terkait dengan tekanan di arteri saat kontraksi jantung yang memompa darah ke arteri. Angka bawah, tekanan diastolic, merupakan tekanan di arteri saat relaksasi jantung setelah kontraksi.

peningkatan tekanan darah systolic dan / atau diastolic akan meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung, ginjal, pengerasan arteri (atherosclerosis atau arteriosclerosis), kerusakan mata, dan stroke (kerusakan otak). Komplikasi dari hipertensi ini sering disebut sebagai kerusakan organ-akhir, karena kerusakan pada organ-organ ini adalah hasil akhir tekanan darah tinggi yang kronis (durasi lama). Oleh karenanya, diagnosa tekanan darah tinggi penting agar dapat dilakukan upaya untuk menormalkan tekanan darah dan mencegah komplikasi.

Sebelumnya dianggap bahwa peningkatan tekanan darah diastolic merupakan faktor risiko yang lebih penting daripada peningkatan systolic, tetapi sekarang diketahui bahwa orang-orang usia 50 tahun atau lebih hipertensi systolic mempunyai resiko yang lebih besar.

American Heart Association memperkirakan tekanan darah tinggi akan mempengaruhi sekitar satu dari tiga orang dewasa di Amerika Serikat – 73 juta orang. Tekanan darah tinggi juga diperkirakan akan mempengaruhi sekitar dua juta anak-anak dan remaja Amerika, dan Journal of the American Medical Association melaporkan bahwa banyak yang tidak terdiagnosis. Hipertensi jelas merupakan masalah kesehatan masyarakat.

Bagaimana tekanan darah diukur?

Tekanan darah biasanya diukur dengan instrumen portable yang disebut manset tekanan darah (sphygmomanometer). (Sphygmo dalam bahasa Yunani artinya denyut, dan manometer.alat pengukur tekanan). Manset tekanan darah terdiri dari sebuah pompa udara, sebuah alat pengukur tekanan, dan manset karet. Alat ini mengukur tekanan darah dalam unit millimeters air raksa (mm Hg).

Manset yang ditempatkan di sekitar lengan atas dan dipompa dengan sebuah pompa udara akan memblok aliran darah artery utama (brachial artery) yang berjalan pada lengan. Lengan berada di bagian samping tubuh sejajar dengan jantung, dan tekanan manset pada lengan dan artery perlahan-lahan dilepaskan. Saat tekanan pada manset turun, praktisi kesehatan mendengarkan dengan stetoskop melalui artery di siku bagian depan. Tekanan di mana dokter mendengar denyut yang pertama dari artery adalah tekanan systolic (angka bagian atas). Saat tekanan manset menurun lebih lanjut, tekanan di mana denyut akhirnya berhenti adalah tekanan diastolic (angka bagian bawah).

Bagaimana tekanan darah tinggi ditetapkan?

Tekanan darah dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, sehingga penting untuk membuat standar ketika tekanan darah diukur. Setidaknya satu jam sebelum tekanan darah diambil, hindari makan, latihan berat (yang dapat menurunkan tekanan darah), merokok, dan asupan kafein. Stress lainnya dapat mengubah tekanan darah dan perlu dipertimbangkan ketika tekanan darah diukur.

Meskipun kebanyakan perusahaan asuransi mempertimbangkan tekanan darah tinggi harus 140/90 atau lebih tinggi untuk masyarakat umum, tingkat ini mungkin tidak sesuai untuk semua individu. Banyak ahli di bidang hipertensi melihat tingkat tekanan darah sebagai suatu range, dari tingkat bawah ke tingkat yang lebih tinggi. Range tersebut tidak secara jelas memisahkan tekanan darah normal dari tekanan darah tinggi. Individu dengan apa yang disebut pra-hipertensi (didefinisikan sebagai tekanan darah antara 120/80 dan 139/89) mungkin mendapatkan manfaat dari penurunan tekanan darah karena perubahan gaya hidup dan mungkin obat-obatan terutama jika ada faktor risiko kerusakan organ seperti diabetes atau penyakit ginjal (perubahan gaya hidup dibahas di bawah).

Untuk beberapa orang, hasil pembacaan tekanan darah lebih rendah dari 140/90 mungkin lebih tepat disebut batas normal. Misalnya, dalam situasi tertentu, seperti pada pasien dengan penyakit ginjal durasi lama (kronis) yang kehilangan protein kedalam air seni (proteinuria), tekanan darah idealnya dipertahankan pada 130/80, atau bahkan lebih rendah. Tujuan mengurangi tekanan darah ke tingkat ini adalah untuk memperlambat kerusakan ginjal. Pasien dengan diabetes (diabetes mellitus) dapat juga mendapat manfaat dari tekanan darah yang dipertahankan pada tingkat lebih rendah dari 130/80. Selain itu, Orang Afrika Amerika, yang memiliki risiko yang meningkat untuk mengalami komplikasi dari hipertensi, dapat mengurangi risiko ini dengan mengurangi tekanan darah systolic mereka menjadi kurang dari 135 dan tekanan darah diastolic ke 80 mm Hg atau kurang.

Sejalan dengan pemikiran bahwa risiko kerusakan organ akibat tekanan darah tinggi merupakan sebuah kontinum, analisis statistik menunjukkan bahwa dimulai dari tekanan darah 115/75 risiko penyakit cardiovascular adalah dua kali lipat setiap peningkatan tekanan darah 20/10 . Jenis analisis ini telah menyebabkan terus-menerus “pemikiran ulang” dalam hal siapa yang harus dirawat karena hipertensi, dan apa tujuan perawatan seharusnya.

tekanan darah tinggi systolik

Ingat bahwa tekanan darah systolic adalah angka atas dalam pembacaan tekanan darah dan mewakili tekanan di arteri saat jantung berkontraksi memompa darah ke arteri. tekanan darah systolic yang menetap lebih tinggi dari 140 mm Hg biasanya dianggap tinggi, terutama bila dikaitkan dengan tekanan diastolic yang tinggi (lebih dari 90).

hipertensi sistolik didefinisikan sebagai tekanan systolic di atas 140 mm Hg dengan tekanan diastolic yang masih di bawah 90. Gangguan ini terutama akan mempengaruhi orang tua dan dicirikan oleh meningkatnya (melebarnya) tekanan denyut. tekanan denyut adalah selisih antara systolic dan tekanan darah diastolic. Meningginya tekanan systolic tanpa meningginya tekanan diastolic, seperti pada hipertensi systolic, akan meningkatkan tekanan denyut. Pengerasan dari arteri merupakan penyebab pelebaran tekanan denyut.

Setelah dianggap tidak berbahaya, tekanan denyut yang tinggi kini dianggap sebagai penyebab penting atau indikator dari potensi masalah-masalah kesehatan dan kerusakan akhir organ. hipertensi systolic dikaitkan dengan dua sampai empat kali peningkatan risiko di masa depan akan jantung yang membesar, serangan jantung (infark myocard), stroke (kerusakan otak), dan kematian akibat penyakit jantung atau stroke. Studi klinis pada pasien dengan hipertensi systolic menunjukkan bahwa pengurangan tekanan darah systolic sekurang-kurangnya 20 mm ke tingkat di bawah 160 mm Hg mengurangi peningkatan risiko ini.

tekanan darah tinggi jas putih

Satu kenaikan tekanan darah yang dibaca saat di kantor dokter dapat menyesatkan karena kenaikan ini mungkin hanya sementara. Ini mungkin disebabkan oleh kegelisahan/kecemasan pasien yang terkait dengan stress saat pemeriksaan atau ketakutan akan sesuatu yang salah dengan kesehatannya. Awal kunjungan ke kantor dokter sering kali merupakan satu penyebab tekanan darah tinggi artificially yang dapat hilang dengan istirahat setelah pengujian berulang dan kunjungan follow up. Satu dari empat orang yang memiliki pemikiran mempunyai hipertensi ringan sebenarnya mungkin memiliki tekanan darah normal saat mereka berada di luar kantor dokter. Peningkatan tekanan darah hanya dicatat di kantor dokter disebut ‘hipertensi jas putih’. Nama ini menunjukkan bahwa jas putih dokter menyebabkan kegelisahan pasien dan meningkatkan tekanan darah singkat. diagnosa hipertensi jas putih menyiratkan bahwa itu bukanlah sesuatu yang secara klinis penting atau penemuan yang berbahaya.

Namun, kehati-hatian diperlukan dalam menilai hipertensi jas putih. Tekanan darah tinggi yang disebabkan oleh stres dan kecemasan karena kunjungan ke dokter mungkin bukan penemuan yang berbahaya karena mungkin tekanan lain dalam kehidupan pasien juga dapat menyebabkan peningkatan dalam tekanan darah yang biasanya tidak terdeteksi. Memonitor tekanan darah di rumah dengan manset atau peralatan pemonitor tekanan darah dapat membantu memperkirakan frekuensi dan konsistensi dari hasil pembacaan tekanan darah tinggi. Selain itu, melakukan tes untuk mencari komplikasi hipertensi dapat membantu mengevaluasi signifikansi dari variabel yang mempengaruhi pembacaan tekanan darah.

Tekanan Darah Tinggi Borderline

Hipertensi Borderline adalah peningkatan tekanan darah ringan yaitu lebih tinggi dari 140/90 mmHg pada beberapa waktu dan lebih rendah dari angka tersebut pada waktu-waktu lain. Seperti pada kasus hipertensi jas putih, pasien dengan hipertensi borderline memerlukan pemeriksaan tekanan darah pada beberapa kali kesempatan dan penilaian kerusakan organ akhir untuk menetapkan apakah hipertensi mereka cukup signifikan.

Orang dengan hipertensi borderline bisa mempunyai kecenderungan ketika semakin tua akan mengalami peningkatan tekanan darah yang lebih tinggi. Mereka mempunyai resiko yang meningkat untuk mengalami penyakit yang berhubungan dengan jantung (cardiovasculer). Oleh karena itu, walaupun hipertensi tidak tampak signifikan, orang dengan hipertensi borderline sebaiknya secara rutin mem-follow up tekanan darahnya dan memonitor komplikasi hipertensi.

Jika selama follow up pasien dengan hipertensi borderline, tekanan darahnya menjadi menetap tinggi lebih dari 140/90 mmHg, suatu obat anti hipertensi sebaiknya mulai diberikan. Walaupun tekanan diastolik menetap pada level borderline (biasanya lebih rendah dari 90 mmHg namun menetap di atas 85) pengobatan dapat dimulai dalam keadaan tertentu.

Apa Penyebab Tekanan Darah Tinggi?

Dua bentuk tekanan darah tinggi adalah hipertensi primer (esensial) dan hipertensi sekunder. Hipertensi esensial jauh lebih banyak dibanding hipertensi sekunder yaitu 95% dari seluruh hipertensi. Penyebab dari hipertensi esensial adalah multifaktorial. Terdapat banyak faktor yang  kombinasi efeknya menyebabkan hipertensi. Pada hipertensi sekunder yang jumlahnya 5% , tekanan darah tinggi merupakan  akibat sekunder dari abnormalitas tertentu dari salah satu organ atau sistem organ tubuh.

Hipertensi esensial diderita oleh sekitar 72 juta orang Amerika, namun penyebab dasar atau kerusakan yang melatarbelakanginya tidaklah selalu diketahui. Meskipun demikian, hubungan tertentu telah diketahui pada orang dengan hipertensi esensial. Sebagai contoh, hipertensi esensial hanya mengenai grup atau  kelompok yang mempunyai asupan garam yang cukup tinggi, melebihi 5,8 gram sehari. Asupan garam mungkin merupakan faktor  penting yang berkaitan dengan hipertensi esensial pada beberapa situasi, dan garam yang berlebihan mungkin terlibat dalam hipertensi yang berhubungan dengan usia lanjut, latar belakang Afro-Amerika, obesitas, keturunan dan gagal ginjal (insufisiensi renal). The Institute of Medicine of the National Academies merekomendasikan konsumsi garam yang sehat bagi usia 19-50 tahun adalah hanya 3,8 gram  untuk menggantikan jumlah garam yang hilang dalam sehari melalui keringat dan untuk mendapatkan diet yang mempunyai jumlah gizi esensial lain yang cukup.

Faktor genetik diduga mempunyai peran yang menonjol dalam terjadinya hipertensi esensial. Namun, gen untuk hipertensi belum dapat diidentifikasi. (gen adalah bagian yang sangat kecil dari kromosom yang menghasilkan protein yang menentukan sifat-sifat individu). Penelitian terbaru dalam area ini difokuskan pada faktor genetik yang mempengaruhi sistem renin-angiotensin-aldosteron. Sistem ini membantu mengatur tekanan darah dengan mengontrol keseimbangan garam dan elastisitas arteri.

Sekitar 30% kasus hipertensi esensial berhubungan dengan faktor genetik. Sebagai contoh, di Amerika Serikat, angka kejadian tekanan darah tinggi lebih besar pada ras afrika amerika dibandingkan dengan Caucasian atau ras Asia. Begitu juga , pada individu yang mempunyai satu atau dua orang tua dengan hipertensi, tekanan darah tinggi menjadi 2 kali lebih sering dibandingkan pada populasi pada umumnya. Ada tapi jarang terjadi,, kerusakan genetik yang tidak biasa menyebabkan hormon pada kelenjar adrenal menyebabkan hipertensi. (kerusakan genetik yang teridentifikasi ini termasuk dalam hipertensi sekunder)

Mayoritas pasien dengan hipertensi esensial mempunyai abnormalitas arteri.: peningkatan resistensi ( kekakuan dan kurang elastis) pada arteri-arteri kecil yang paling jauh dari jantung (arteri perifer atau arteriole). Arteriol-arteriol mensuplai darah yang berisi oksigen dan zat gizi ke seluruh jaringan tubuh. Arteriol ini dihubungkan oleh kapiler dalam jaringan ke vena (sistem vena), yang mengembalikan darah ke jantung dan paru-paru. Apa yang membuat arteri perifer menjadi kaku tidak diketahui. Namun, kekakuan arteri perifer yang meningkat terdapat pada individu-individu yang mempunyai hipertensi esensial yang berhubungan dengan faktor genetik, obesitas, kurang berolah raga, penggunaan garam berlebihan dan penuaan. Peradangan juga mungkin memainkan peran dalam hipertensi karena suatu  pemprediksi perkembangan hipertensi menunjukkan adanya peningkatan kadar protein C reactive ( marker tes darah untuk peradangan) pada beberapa individu.

Apakah penyebab tekanan darah tinggi sekunder?

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, 5% orang dengan hipertensi mempunyai apa yang dinamakan hipertensi sekunder. Artinya bahwa hipertensi pada individu-individu ini adalah sekunder dari (disebabkan oleh) suatu gangguan spesifik dari organ tertentu atau pembuluh darah, seperti ginjal, kelenjar adrenal, atau aorta.

Hipertensi renal (ginjal)

Penyakit ginjal dapat menyebabkan hipertensi sekunder. Tipe hipertensi sekunder ini disebut hipertensi renal karena hipertensi ini disebabkan oleh suatu masalah pada ginjal. Salah satu penyebab penting hipertensi renal adalah adanya penyempitan (stenosis) arteri yang mensuplai darah ke ginjal (arteri renal). Pada individu yang lebih muda, biasanya wanita, penyempitan ini disebabkan oleh penebalan dinding otot dari arteri yang ke ginjal (fibromuscular hyperplasia). Pada individu yang lebih tua, penyempitan ini biasanya disebabkan oleh adanya plak keras yang berisi lemak (atherosclerotic) yang menutup arteri renal.

Bagaimana penyempitan arteri renal menyebabkan hipertensi? Pertama, penyempitan arteri renal akan merusak sirkulasi darah pada ginjal tersebut. Hal ini akan menstimulasi ginjal memproduksi hormon, renin-angiotensin. Hormon ini, bersama dengan aldosteron dari kelenjar adrenal, menyebabkan konstriksi dan meningkatkan kekakuan (resistensi) pada arteri-arteri perifer di seluruh tubuh., yang akibatnya adalah tekanan darah tinggi.

Hipertensi renal biasanya pertama disangkakan (suspect) jika tekanan darah tinggi ditemukan pada individu muda atau suatu onset tekanan darah tinggi baru yang ditemukan pada seseorang yang lebih tua. Screening untuk penyempitan arteri renal meliputi renal isotop (radioactive) imaging, ultrasonografi (gelombang suara) imaging, atau magnetic resonance imaging (MRI) dari arteri-arteri renal. Tujuan dari tes ini adalah untuk menetapkan apakah terdapat aliran darah yang terbatas/berkurang ke ginjal dan apakah angioplasty (pembuangan hambatan pada arteri renal) mungkin diperlukan. Namun, jika penilaian dengan utrasonik menunjukkan indeks resistensi yang tinggi dalam ginjal (hambatan yang tinggi pada curah darah), angioplasty mungkin tidak dapat memperbaiki tekanan darah karena kerusakan kronis pada ginjal akibat hipertensi yang lama telah terjadi. Jika salah satu dari tes ini hasilnya abnormal atau kecurigaan dokter akan adanya penyempitan arteri renal cukup tinggi, maka renal angiografi (suatu pemeriksaan dengan sinar x dengan menginjeksikan zat warna ke dalam arteri renal) dilakukan. Angiografi merupakan tes andalan untuk visualisasi aktual dari penyempitan arteri renal.

Penyempitan arteri renal dapat diterapi dengan ballon angioplasty. Pada prosedur ini, dokter menyusupkan kateter kecil ke dalam arteri renal. Ketika kateter sudah terpasang, arteri renal akan diperlebar dengan mengembungkan balon pada ujung kateter dan menempatkan suatu stent permanen (suatu alat yang melonggarkan penyempitan) pada arteri di tempat terjadinya penyempitan. Prosedur ini biasanya menyebabkan perbaikan aliran darah ke ginjal dan menurunkan tekanan darah. Selain itu juga, prosedur ini mengembalikan fungsi ginjal yang sebagian hilang kembali normal. Sekarang ini hanya sedikit kasus dimana bedah diperlukan untuk membuka penyempitan arteri renal.

Tipe-tipe lain apapun dari penyakit kronik ginjal yang mengurangi fungsi ginjal dapat juga menyebabkan hipertensi yang disebabkan oleh gangguan hormonal dan atau retensi garam.

Penting untuk mengingat bahwa tidak hanya penyakit ginjal yang menyebabkan hipertensi tetapi hipertensi juga dapat menyebabkan penyakit ginjal. Oleh karena itu, semua pasien dengan tekanan darah tinggi harus dievaluasi akan adanya penyakit ginjal sehingga dapat diterapi dengan tepat.

Tumor kelenjar Adrenal

Dua tipe tumor kelenjar adrenal yang jarang merupakan penyebab sekunder hipertensi. Kelenjar adrenal menempati tempat tepat di atas ginjal. Kedua jenis tumor ini menghasilkan jumlah banyak hormon-hormon adrenal yang menyebabkan tekanan darah tinggi. Tumor-tumor ini dapat didiagnosa dengan tes darah, tes urin, dan pemeriksaan imaging dari kelenjar adrenal. Tindakan bedah sering diperlukan untuk membuang tumor-tumor ini atau kelenjar adrenal (adrenalectomy), yang biasanya akan menghilangkan hipertensi.

Satu dari tipe tumor adrenal  menyebabkan kondisi yang disebut hiperaldosteronisme primer karena tumor tersebut memproduksi hormon aldosteron dalam jumlah banyak. Di samping hipertensi, kondisi ini juga menyebabkan hilangnya kadar potasium darah dalam jumlah besar. Hiperaldosteronisme biasanya pertama disangkakan (suspek) pada orang dengan hipertensi dimana kadar potasium yang rendah juga ditemukan dalam darahnya. (juga, kelainan genetik tertentu yang jarang mempengaruhi hormon kelenjar adrenal dan dapat menyebabkan hipertensi sekunder)

Tipe lain tumor adrenal yang dapat menyebabkan hipertensi sekunder disebut pheochromocytoma. Tumor ini memproduksi katekolamin dalam jumlah besar. Diagnosis pheochromocytoma disangkakan pada individu yang mempunyai apisode hipertensi yang mendadak dan kambuhan yang berhubungan dengan kulit kemerahan, denyut jantung yang cepat (palpitasi) dan berkeringat, yang merupakan gejala tambahan yang berhubungan dengan hipertensi.

Coarctatio aorta

Coarctatio aorta merupakan kelainan genetik yang jarang yang merupakan salah satu penyebab tersering hipertensi pada anak. Keadaan ini ditandai dengan adanya penyempitan segmen aorta, arteri besar utama yang keluar dari jantung. Aorta membawa darah ke arteri yang mensuplainya ke seluruh organ tubuh termasuk ginjal.

Penyempitan segmen (coarctatio) aorta biasanya terjadi diatas arteri renal yang menyebabkan aliran darah ke ginjal berkurang. Kurangnya darah ke ginjal ini mendesak sistem hormon renin-angiotensin-aldosteron menaikkan tekanan darah. Pengobatan coarctatio biasanya dengan koreksi pembedahan dari segmen aorta yang menyempit. Terkadang ballon angioplasty dapat juga digunakan untuk melebarkan coarctatio.

Sindrom metabolik dan obesitas

Faktor-faktor genetik memainkan peranan dalam konstelasi penemuan-penemuan  yang melatar belakangi sindrom metabolik. Individu dengan sindrom metabolik mempunyai resistensi terhadap insulin dan kecenderungan untuk terkena diabetes melitus tipe 2 (non insulin dependent diabetes)

Obesitas, terutama yang berhubungan dengan peningkatan lingkar perut, menyebabkan gula darah tinggi (hiperglikemia), peningkatan lemak darah, peradangan vaskuler, disfungsi endotel (reaktifitas abnormal pembuluh darah), dan hipertensi yang semua akan menyebabkan penyakit vaskuler atherosklerosis dini. American Obesity Association menyatakan resiko terjadinya hipertensi adalah 5-6 kali lebih tinggi pada orang-orang Amerika gemuk, usia 20-45 tahun, dibandingkan dengan individu yang tidak gemuk pada usia yang sama. American Journal of Clinical Nutrition melaporkan pada tahun 2005 bahwa ukuran pinggang lebih baik untuk memprediksi tekanan darah daripada body mass index (BMI). Laki-laki harus berjuang untuk mendapatkan lingkar pinggang kurang dari 35 inchi dan wanita kurang dari 33 inchi. Epidemi obesitas di USA berkontribusi pada hipertensi pada anak-anak, remaja dan orang dewasa.

Apakah gejala tekanan darah tinggi?

Tekanan darah tinggi yang tidak dengan komplikasi biasanya terjadi tanpa adanya gejala (silent) dan hipertensi ini diberi label dengan nama “the silent killer”. Disebut demikian karena penyakit ini dapat terus berlanjut dan akhirnya menyebabkan satu atau lebih dari beberapa komplikasi yang berpotensi menjadi fatal seperti serangan jantung atau stroke. Hipertensi yang tanpa komplikasi mungkin ada dan menetap tanpa diketahui selama bertahun-tahun bahkan puluhan tahun. Ini terjadi jika tidak ada gejala dan orang yang terkena tidak melakukan screening tekanan darah tinggi secara periodik.

Namun, beberapa orang dengan hipertensi yang tanpa komplikasi dapat mengalami gejala seperti sakit kepala, pusing, nafas pendek, dan penglihatan kabur. Adanya gejala-gejala ini dapat merupakan hal baik karena akan mendorong orang untuk berkonsultasi dengan dokter untuk pengobatan dan membuat mereka lebih bisa menerima untuk mendapatkan pengobatan. Namun,seringkali kontak pertama dengan dokter terjadi setelah kerusakan yang signifikan pada organ akhir telah terjadi. Pada banyak kasus, seseorang mengunjungi atau dibawa ke dokter atau ke UGD dengan serangan jantung, stroke, gagal ginjal atau kerusakan penglihatan (disebabkan kerusakan bagian belakang retina). Perhatian dan kehati-hatian yang besar dari masyarakat dan seringnya melakukan screening tekanan darah dapat membantu mengidentifikasi pasien dengan tekanan darah tinggi yang tidak terdiagnosa sebelum komplikasi yang signifikan terjadi.

Sekitar 1% orang dengan hipertensi didiagnosis dengan tekanan darah tinggi berat (hipertensi akselerasi atau hipertensi maligna) pada kunjungan pertamanya ke dokter. Pada pasien ini, tekanan darah diastolik (tekanan minimum) melebihi 140 mmHg! Orang-orang yang terkena hipertensi ini sering mengalami sakit kepala berat, mual, gejala penglihatan, pusing dan kadang-kadang gagal ginjal. Hipertensi maligna merupakan keadaan emergensi medis dan memerlukan terapi segera untuk mencegah stroke (kerusakan otak)

Bagaimana kerusakan organ akhir dinilai pada pasien dengan tekanan darah tinggi?

Kerusakan organ yang diberi makan sistem sirkulasi akibat hipertensi yang tidak terkontrol disebut dengan kerusakan organ akhir. Seperti yang telah dijelaskan, tekanan darah tinggi kronis dapat menyebabkan pembesaran jantung, kegagalan ginjal, kerusakan otak dan saraf, dan perubahan pada retina. Pemeriksaan mata pasien dengan hipertensi berat dapat mengetahui kerusakan, penyempitan arteri kecil, perdarahan kecil pada retina dan pembengkakan saraf mata.

Orang dengan tekanan darah tinggi mempunyai arteri perifer di seluruh jaringan tubuh yang meningkat kekakuan dan resistensinya. Resistensi yang meningkat ini menyebabkan otot jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh pembuluh darah ini. Beban kerja yang meningkat ini menyebabkan regangan pada jantung, yang akan menyebabkan abnormalitas jantung yang biasanya pertama kali tampak sebagai pembesaran otot jantung. Pembesaran jantung ini dapat dievaluasi dengan pemeriksaan rontgen dada, elektrokardiogram dan yang paling akutrat dengan echocardiografi (suatu pemeriksaan ultrasound pada jantung). Echocardiografi terutama berguna untuk menentukan ketebalan (pembesaran) sisi kiri (sisi pompa utama) dari jantung. Pembesaran jantung merupakan pertanda terjadinya gagal jantung, penyakit arteri koroner, dan irama jantung abnormal (cardiac aritmia). Terapi yang tepat hipertensi dan komplikasinya dapat memperbaiki beberapa abnormalitas jantung ini.

Tes darah dan urin dapat sangat membantu dalam mendeteksi abnormalitas ginjal pada orang dengan tekanan darah tinggi. (ingat bahwa kerusakan ginjal dapat merupakan sebab atau akibat dari hipertensi). Pengukuran kreatinin serum pada tes darah dapat menilai seberapa baiknya fungsi ginjal. Kadar yang meningkat dari kreatinin serum mengindikasikan adanya kerusakan ginjal. Di samping itu, adanya protein dalam urin (proteinuria) dapat mencerminkan adanya kerusakan ginjal kronis akibat hipertensi, meskipun jika fungsi ginjal (seperti yang ditunjukkan dengan kadar kreatinin darah) normal. Protein dalam urin merupakan sinyal adanya resiko pemburukan  fungsi ginjal jika tekanan darah tidak dikontrol. Meskipun dalam jumlah kecil protein (mikroalbuminuria) bisa merupakan sinyal akan munculnya gagal ginjal dan komplikasi vaskuler lain akibat hipertensi yang tak terkontrol. Pasien afrika amerika dengan hipertensi yang terkontrol buruk mempunyai resiko yang lebih tinggi daripada caucasian untuk hampir semua kerusakan organ akhir dan khususnya kerusakan ginjal.

Hipertensi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan stroke yang dapat menyebabkan kerusakan otak dan saraf. Stroke biasanya disebabkan oleh suatu perdarahan atau bekuan darah (trombosis) pada pembuluh darah yang mensuplai darah ke otak. Gejala dan tanda pasien (ditemukan pada pemeriksaan fisik) dievaluasi untuk menilai kerusakan saraf. Stroke dapat menyebabkan kelemahan, perasaan menggelenyar, atau kelumpuhan pada lengan atau tungkai dan kesulitan bicara atau penglihatan. Stroke kecil yang berulang beberapa kali dapat menyebabkan demensia (gangguan kapasitas intelektual). Pencegahan terbaik komplikasi hipertensi ini atau, komplikasi-komplikasi yang lain adalah dengan mengontrol tekanan darah. Penelitian terakhir juga menunjukkan bahwa obat-obat pemblokir reseptor angiotensin dapat memberikan efek perlindungan tambahan terhadap stroke.

Sekilas Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi) dibagi menjadi hipertensi esensial (primer) dan hipertensi sekunder dan didefinisikan sebagai kenaikan tekanan darah melebihi 140/90 mmHg yang menetap.
  • Pada hipertensi esensial (95% dari semua hipertensi), tidak diketahui penyebab spesifik, sementara hipertensi sekunder (5% dari semua hipertensi) disebabkan oleh suatu abnormalitas di suatu tempat di tubuh seperti ginjal, kelenjar adrenal atau arteri aorta.
  • Hipertensi esensial dapat menurun dan terjadi lebih sering pada populasi afrika amerika, meskipun gen untuk hipertensi esensial belum diketahui.
  • Asupan garam yang tinggi, obesitas, kurangnya olahraga teratur, asupan alkohol dan kopi yang berlebihan, dan merokok semuanya dapat berdampak tidak baik
  • Tekanan darah tinggi disebut  “the silent killer” karena sering menyebabkan tidak adanya gejala selama bertahun-tahun bahkan puluhan tahun sampai akhirnya merusak organ-organ penting tertentu.
  • Hipertensi yang tidak terkontrol akhirnya dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah pada mata, penebalan otot jantung dan serangan jantung, pengerasan arteri (arteriosclerosis), gagal ginjal dan stroke.
  • Peningkatan kesadaran masyarakat dan screening pd populasi sangat diperlukan untuk mendeteksi hipertensi lebih awal sehingga dapat diterapi sebelum organ-organ penting rusak.
  • Penetapan gaya hidup dalam hal diet dan olah raga dan kerelaan untuk menerima pengobatan merupakan faktor penting dalam menentukan hasil akhir orang dengan hipertensi.
  • Beberapa golongan obat-obat anti hipertensi tersedia, meliputi ACE inhibitor, obat-obat ARB, beta-blocker, diuretic, calcium channel blocker, alpha-blocker, dan vasodilator perifer.
  • Kebanyakan anti hipertensi dapat digunakan secara tunggal atau kombinasi : beberapa digunakan hanya dalam kombinasi; beberapa lebih disukai dibanding yang lain dalam situasi medis tertentu dan beberapa tidak boleh  digunakan  (kontraindikasi) pada situasi lain.
  • Tujuan dari terapi hipertensi adalah untuk membawa tekanan darah turun ke 140/85 pada kebanyakan populasi dan level yang lebih rendah pada kondisi diabetes, afrika amerika, dan orang dengan penyakit ginjal kronis tertentu.
  • Screening, diagnosis, pengobatan dan kontrol hipertensi pada awal dari perjalanan penyakitnya dapat secara signifikan menurunkan resiko terjadinya stroke, serangan jantung atau gagal ginjal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: