Berpikir

“Akal budi inilah yang membawa kita melakukan dialog batin. Inilah yang dikatakan filsuf Hannah Arendt sebagai berpikir. Kata dia, berpikir adalah mengaktualisasi dialog aku dan diriku yang ada dalam kesadaran, yang pada gilirannya akan menghasilkan kesadaran baru. Kesadaran baru ini memberitahu kita apa yang tidak boleh dilakukan, apa yang harus dihindarkan, dan apa yang patut disesalkan” (Toto Suparto, Pengkaji Etika di Puskab Yogyakarta. Sumb: KOMPAS 15 Mei 2009)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: