KAMPANYE CLIENTELISTIC

“Model kampanye clientelistic, dengan iming-iming materi dan bentuk varian lainnya (direct payment) untuk menarik simpati pemilih secara perorangan atau kelompok kecil dalam masyarakat, tampak amat dominan dalam kampanye Pemilu 2009 ketimbang bentuk kampanye programatic policy. Schaffer (2007), dalam buku ‘Election for Sale’ mengingatkan kita bahaya politik uang dalam mobilisasi pemilu, yaitu:

  1. hasil pemilu tidak legitim (illegitimate outcomes)
  2. politisi yang terpilih bisa jadi tidak memiliki kualitas untuk menjalankan pemerintahan, bahkan bisa mendaur ulang politisi korup (bad selection)
  3. melanggengkan pelayanan yang bersifat clientelistic ke konstituen (wrong incentive)
  4. kualitas perwakilan merefleksikan dari mereka yang dibayar, tidak berdaya dan miskin (skewed representation)
  5. menghalalkan sumber-sumber dana kotor (kriminalisasi politik)”

(TETEN MASDUKI, Sekretaris Jenderal Transparency International Indonesia. Sumb: Kompas 6 April 2009)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: