ENDOMETRIOSIS

Definisi

Endometriosis adalah satu keadaan dmn jaringan endometrium yang masih berfungsi terdapat di luar kavum uteri dan di luar miometrium

Tempat-tempat terdapatnya endometriosis, urut dr yg tersering:

1.       Ovarium

2.       Peritoneum dan ligamentum sakro uterinum, kavum douglasi, dinding blkg uterus, tuba fallopi, plika vesikouterina, ligamentum rotundum dan sigmoid

3.       Septum rektovaginal

4.       Kanalis inguinalis

5.       Apendiks

6.       Umbilicus

7.       Serviks uteri, vagina, kandung kencing, vulva, perineum

8.       Parut laparotomi

9.       Kelenjar limfe

10.   Jarang pada lengan, paha, pleura dan pericardium

Histogenesis

Teori paling byk dianut dari Sampson : regurgitasi darah haid melalui tuba ke rongga pelvis

Angka Kejadian

  • 30 th terakhir angka kejadian meningkat
  • Lbh sering pd sosio ekonomi kuat
  • Lebih sering pd wanita yg tidak kawin pd umur muda dan yg tidak mempunyai byk anak (mkn karena fungsi ovarium secara siklis yg terus menerus tanpa diselingi oleh kehamilan)

Patologi

  • Pada ovarium tampak kista2 biru kecil sampai kista besar (kdg sebesar tinju) berisi darah tua menyerupai coklat (kista coklat atau endometrioma).
  • Darah tua dpt keluar sedikit2 krn luka pd dinding kista dan dpt menyebabkan perlekatan.
  • Kista coklat kdg dpt mengalir dlm jumlah byk ke rongga peritoneum krn robekan dinding kista dan menyebabkan acute abdomen

Gambaran Mikroskopik

  • Ciri khas : klnjar2 dan stroma endometrium , dan perdarahan bekas dan baru berupa eritrosit, pigmen hemosiderin, dan sel2 makrofag berisi hemosiderin, di sekitarnya tampak sel2 radang dan jaringan ikat sebagai reaksi dari jaringan normal di sktrnya (jaringan endometriosis)
  • Pengaruh estrogen: sarang2 endometriosis berdarah scr periodic menyebabkan reaksi jaringan sktrnya berupa radang dan perlekatan.
  • Pada kehamilan terjadi reaksi desidual jaringan endometriosis
  • Jika kehamilan berakhir, reaksi desidual menghilang disertai dg regresi sarang endometriosis dan membaiknya keadaan
  • Secara mikroskopis jinak tapi sifatnya spt tumor ganas (dpt menyebar ke paru2, lengan, dll)

Gambaran Klinik

Gejala:

1.       Dismenorea

2.       Dispareunia

3.       Nyeri waktu defekasi

4.       Poli dan hipermenorea

5.       Infertilitas

Diagnosis

  • Dibuat berdasrkan anamnesis dan pmx klinik dan dipastikan dg laparoskopi
  • Pd endometriosis yg berlokasi pd forniks vagina posterior, perineum, parut laparotomi, biopsy dpt member kepastian

Diagnosis Diferensial

1.       Adenomiosis uteri

2.       Radang pelviks dg tumor adnex

3.       Kista ovarium

4.       Karsinoma rektosigmoid

Penanganan

1.       Pencegahan

2.       Pengawasan

3.       Terapi hormonal

4.       Pembedahan

5.       Radiasi

Pencegahan

  • Kehamilan
  • Jgn melakukan pmx yg kasar atau kerokan pd waktu haid krn dpt menyebabkan regurgitasi darah haid

Observasi dan Pemberian Analgetika

  • Pd wanita dg gejala dan kelainan fisik ringan
  • Pd wanita yg sdh agak berumur , pengawasan bs sampai menopause krn saat itu gejala akan hilang sendiri
  • Pd wanita yg lbh muda yg tdk ada persoalan infertilitas
  • Pd wanita yg ingin mempunyai anak , jika stlh 1 thn tidak hamil perlu dilakukan pmx infertilitas dan tindakan yg lbh aktif
  • Slm observasi dilakukan pmx scr periodic dan dpt diberi terapi paliatif dg analgetik

Pengobatan Hormonal

  • Prinsip:

1.       Estrogen: merangsang pertumbuhan

2.       Androgen : menghambat pertumbuhan

3.       Progesterone : merangsang pertumbuhan

4.       Progesterone sintetik: menghambat pertumbuhan

  • Menciptakan lingkungan hormone rendah estrogen dan asiklik :

Dipakai Dekapeptid sintetik LHRH yg dpt menimbulkan keadaan hypogonadotrophic hypogonadism atau pseudomenopouse

  • Menciptakan lingkungan hormon tinggi androgen atau tinggi progesteron sintetik:

–          Scr langsung berefek atrofi jaringan endometriosis

–          Menyebabkan keadaan rendah estrogen yg asiklik krn ggn pertumbuhan folikel

  • Jenis terapi:

1.       Androgen

2.       Estrogen – Progestogen

3.       Progestogen

4.       Danazol

  • Androgen

–          Tidak populer

–          Keberatannya adalah:

1.       Timbulnya efek samping maskulinisasi

2.       Masih mkn tjd ovulasi dan kehamilan (jika terapi androgen diteruskan -> cacat janin)

  • Estrogen – Progestogen

–          Pseudopregnancy

–          Pil kontrasepsi yg estrogen rendah progestogen yg kuat

–          Noriday, Microgynon 30, Marvelon, Eugynon

–          Lama pengobatan 6-9 bulan , bahkan ada yg menganjurkan minimal 1 tahun dan bila perlu dilanjutkan sampai 2-3 tahun

  • Progestogen

–          Ada tiga golongan:

1.       Pregnan : Provera, Duphaston

2.       Estran : Endometril, Primolut N

3.       Gonan : Norgestrel, Desogestrel

–          Lama pengobatan : 6-9 bulan (sama dg lama pengobatan dg pil kontrasepsi non-siklik

  • Danazol

–          Menyebabkan keadaan asiklik, androgen tinggi dan estrogen rendah

–          Kadar androgen meningkat karena:

1.       Bersifat androgenic (agonis androgen)

2.       Mendesak testoteron shg terlepas dr ikatannya dg SHGB , shg kadar testosterone bebas meningkat

–          Kadar estrogen rendah karena:

1.       Menekan sekresi GnRH, LH, dan FSH shg menghambat pertumbuhan folikel

2.       Menghambat kerja enzim2 steroidogenesis di folikel ovarium shg produksi estrogen menurun

–          Lama pemberian minimal 6 bulan, dpt pula diberikan selama 12 minggu sebelum terapi pembedahan konservatif

–          Saat ini danazol mrp obat paling efektif untuk endometriosis

Pengobatan  dg Pembedahan

  • Adanya ovarium yg berfungsi adalah syarat mutlak tumbuhnya endometriosis
  • Fungsi ovarium harus dipertahankan pada:

1.       Endometriosis yg dini

2.       Endometriosis tanpa gejala

3.       Endometriosis pd wanita muda yg masih ingin punya anak

  • Fungsi ovarium dihentikan pada:

1.       Endometriosis sdh mengadakan penyerbuan yg luas dalam pelvis terutama wanita berusia lbh lanjut

  • Pd kenyataannya umumnya endometriosis berada diantara kedua keadaan itu shg sgt sulit membuat keputusan
  • Lebih dipilih sikap konservatif karena:

1.       Endometiosis menjalar lambat dan perlu waktu bertahun2

2.       Bukan peny ganas dan jarang sekali mjd ganas

3.       Mengalami regresi pd menopause

  • Pembedahan konservatif:

–          mengangkat sarang2 endometriosis

–           meninggalkan uterus dan jaringan ovarium yg sehat

–          perlekatan sedapat2nya dilepaskan

–          suspensi uterus

–          pengangkatan kelainan2 patologik pelvis

  • 2 cara pendekatan bedah konservatif:

1.       Laparoskopi operatif

2.       Laparotomi

  • Keuntungan laparoskopi operatif disbanding laparotomi:

–          Lama tinggal di RS lbh pendek

–          Kembalinya aktifitas kerja lbh cepat

–          Ongkos perawatan lbh murah

–          Derajat perlekatan lbh sedikit

  • Pembedahan radikal

–          Dilakukan pd pasien berumur hampir 40 tahun atau lebih dengan  peny yg luas dan byk keluhan

–          Operasi paling radikal: histerektomi total, slpingo-ooforektomi bilateral, dan pengangkatan semua sarang2 endometriosis yg ditemukan

Pengobatan dg Radiasi

  • Pengobatan ini yg ditujukan utk menghentikan fungsi ovarium sudah tidak dilakukan lagi kecuali jika ada kontra indikasi thd pembedahan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: